Sunday, 31 January 2016

Oneshot: Secret Admirer

Aku berdiri didepan pintu kelas sembari memegang gagangnya dengan erat. Hal biasa yang aku lakukan ketika aku sedang melihat orang yang aku sukai, orang yang tidak pernah tahu dengan diriku, orang yang tidak pernah sadar jika ada sesosok perempuan yang menyukainya dengan diam.

Pandanganku tertuju kepadanya, irama jantungku berdegup dengan sangat cepat hingga aku sulit untuk bernafas. Aku tertangkap basah sedang melihat dirinya dengan nanar, spontan aku merubah posisi ku sehingga aku membelakangi pintu.

Dia melihatku ketika aku sedang melihatnya. Bodoh.

Aku mencoba kembali untuk melihat dia yang sekarang sudah entah kemana. Perasaanku lega ternyata dia sudah tidak ada lagi didekat kelasku. Lalu aku berjalan keluar kelas dan berdiri dengan pangkuan tembok dan melihat murid-murid berjalan dilapangan, kali-kali ada dia, aku pikir.

Aku tahu dia, dia tidak tahu diriku. Dia adalah laki-laki yang sangat populer dan satu sekolah mengenal dirinya. Aku suka bercerita kepada satu temanku jika aku menyukainya. 

Menjadi seorang secret admirer bukanlah perkara yang mudah dan menenangkan jiwa. Ketika aku sedang melihatnya atau sering berpapasan bertemu, aku hanya bisa menunduk atau seperti orang yang tidak mengenalnya juga. Dia juga sering melihatku, tapi aku tidak pernah berani untuk menatap matanya. Dan sering sekali aku mendapati dirinya sedang bersama dengan perempuan, bukan karena dia playboy, tapi dia memang seperti itu.


Dan secara tidak sadar, aku mendapati informasi tentang dirinya melalui teman yang sangat mengenalnya. Dan dia adalah laki-laki yang sangat baik dan aku bisa mengatakan dia adalah laki-laki setia, bagaimana tidak, terakhir dia mempunyai hubungan dengan perempuan selama 2.5 tahun dan sekarang aku bisa sangat bebas dan senang karena sudah lama juga dia tidak mempunyai hubungan apapun dengan perempuan diluar sana.

Nasib bagi seorang secret admirer, aku sering meluangkan waktuku dengan menjadi stalker. Melihat foto-foto di social medianya dan kebetulan juga aku berteman dengannya di salah satu aplikasi chatting. Tapi aku tidak yakin dengan kita berteman satu sama lain di aplikasi chatting, dia mengenalku. Hal yang mustahil.

Temanku juga memberitahuku mantan kekasihnya. Dia berhijab sama sepertiku dan dia sangat cantik, kali ini tidak sama sekali sama sepertiku. Aku sangat sadar jika aku hanya perempuan yang tidak ada apa-apanya yang menyukai seorang lelaki sepertinya.

Aku hanya bisa mendoakan dia disetiap sholatku, aku hanya bisa berteriak diperasaanku sendiri, aku hanya bisa memandangnya seperti seakan aku bisa meraihnya, tapi kenyataannya aku tidak sama sekali bisa meraihnya. Mencintainya dalam diam dan didalam doaku, tidak aku sama sekali tidak lebay. Tapi inilah faktanya yang sedang aku rasakan.

Setiap hari aku melakukan hal konyol seperti ini jika aku berhasil menemukannya. Melakukan hal yang tidak semestinya aku lakukan. Hal yang terkadang membuatku senang dan membuatku sedih dengan keadaan seperti ini. 

Cinta dalam diam itu tidak menyenangkan. Tapi tidak menyenangkan lagi jika dia tahu jika aku menyukainya dan ternyata dia tidak sama sekali menyukaiku, dan aku khawatir dengan hal itu. Maka, aku memutuskan dan biarlah aku menjadi secret admirernya.

Waktu terus berjalan, hari silih berganti, hatiku dan prinsipku masih sama dan tidak akan berubah. Sampai pada akhirnya aku mengetahui jika orang yang aku sukai dalam diamku ini baru saja memiliki suatu hubungan dengan perempuan lain, tepatnya dengan temanku dulu ketika aku berada di bangku SMP.

Aku tidak mengerti, haruskah aku cemburu? Tapi aku tidak mempunyai hak. Lagi pula menjadi secret admirer adalah pilihanku dan seharusnya aku sudah memgetahui semua resiko yang akan kuhadapi seperti sekarang ini. Dan aku selalu tahu jika menjadi secret admirer 90% akan berakhir seperti ini.

Maka, biarlah aku tetap mendoakannya. Biarkanlah aku mendoakan mereka berdua didalam doaku.

5 comments:

  1. Ini kayak curhatan singkat ya, mungkin sebagian besar cerita ini adalah yg paling banyak dialami kebanyakan orang. Aku jg prnah mengalaminya. Dan selalu berakhir sama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak curhatan singkat:D terimakasih sudah baca ya:)

      Delete
  2. Tulisannya udah rapi, suka deh :* isi ceritanya lebih kepada kenyataan diluar sana yg emang terkadang berakhir kyk gitu :') keren Vid. . ^^

    ReplyDelete