Saya telah banyak membaca status di facebook ataupun twitter tentang kejadian yang kemarin yang mana banyak menghina dan menghujat keduanya sesuai siapa idola mereka. Fans Rossi menghina Marquez dan fans Marquez menghina Rossi.
Yang saya teliti dari awal, Rossi memang sudah membahasnya di pressconference disepang tentang duelnya di Philip Island dengan Marquez. Disini tidak ada yang benar ataupun salah menurut saya, keduanya salah. Yang satu memprovokasi dan yang satu terprovokasi, tapi disini saya tegaskan Valentino Rossi yang kami kenal adalah orang yang ngomong apa adanya dan tidak basa basi dan munafik seperti yang lainnya.
Dan begitupun saya kaget ketika Rossi berkata seakan Marquez menghalanginya untuk menjadi juara dunia dan menjadi sahabat baru dari seorang Jorge Lorenzo. Dan banyak status atau tweet yang membahas tentang omongan Rossi di press conference. Jika ada asap pasti ada apinya dan tidak mungkin seorang Valentino Rossi yang kita lihat kalem aja dan tertawa tiba-tiba presscon disepang membahas permasalahan ini.
"Mana mungkin Marquez bela Lorenzo"
"Yakali Marquez sejahat itu sampai mau jegal Rossi"
Inti dari status mereka yang terlihat halus dan saya tidak mau mencantumkan yang lebih kasar dari ini, ya halus-halusin sendiri bahasanya. Well balik lagi, Marquez membantah jika dia tidak melakukan apa yang Rossi tuduhkan. Tapi balik lagi kita tidak pernah tahu apa yang ada diisi hatinya, apakah ia berkata jujur ataukan bohong semata? Lalu juga Rossi mempunyai catatan waktu Marquez di Philip Island yang mana seakan memperlambat Rossi, intinya Rossi tidak akan tuduh tetapi mempunyai bukti bahkan dia menunjukan kepada media juga.
Rossi adalah orang yang baik dan tidak akan pernah memulai jika ia tidak merasa kalau dia tidak diganggu orang. Rossi membuat panas ketika di press conference sampai berlanjut hingga race. Rossi adalah orang yang sabar, iya sabar tapi kita tidak boleh menganggap kalau dia sabar dan boleh memperlakukan apa saja terhadapnya. Dan kali ini Rossi tidak sabar dan terpancing, karena dia juga seorang manusia.
Yang mana Marquez yang kita kenal adalah seorang ambisi bahkan kita bisa bilang ambisius untuk mencapai suatu hal. Kita bisa lihat ketika tahun-tahun sebelumnya ketika dia meraih juara dunia. Tak peduli dan tak pantang menyerah, dia bakalan menyerang jika ada kesempatan atau terkesan memaksa. Seperti 2013 antara Marquez dengan Lorenzo, lalu kenapa Lorenzo dengan mudahnya menyalip Marquez dan memberikan jalan sedangkan Marc ingin bermain kepada Rossi. Ini adalah pertanyaannya.
Marc jika ingin menjadi juara di Sepang saat itu, bisa saja langsung menyalip Dani atau berduel dengan Lorenzo. Tapi tidak, dia memilih berduel dengan Rossi dan memberikan jalan dengan mudah untuk Lorenzo menjadi juara. Masyarakat juga paham dan tahu bagaimana style Marquez jika balapan.
"Rossi tidak pantas menjadi legenda."
"Rossi tidak pantas menjadi juara dunia."
"Rossi menendang Marquez, SH*T"
Menurut pendapat saya, artikel yang saya baca (Artikel yang sudah terjamin tanpa membela siapapun), dan juga saya amati. Marquez seakan memaksa untuk meng-overtake Rossi seperti kejadian Assen yang mana dia memaksa men-overtake dan menyentuh kaki Rossi. Sama dengan ini, helm Marquez menyentuh kaki Rossi dan jatuh terlebih dahulu. Sekali lagi, Marquez jatuh terlebih dahulu bukan Rossi yang menendang. Saya melihat kejadian itu dengan Slowmotion video. Dan Rossi mempunyai reflex yang sangat bagus diumur 36 tahun, seakan ingin menghindari benturan kepala Marquez tetapi seperti kelihatan menendang, padahal tidak. Di semua kamera termasuk heli kamera juga dikatakan "jika Rossi tidak mendendang Marquez" RD pun berkata seperti itu, lalu kenapa Rossi masih terkena Pinalty? Sayapun tidak tahu.
Lalu Lorenzo juga memprovokasi-kan dan seakan memanfaatkan kejadian ini. Bahkan dia menyuruh untuk Meng-diskualifikasi Rossi. Dan beberapa mantan motogp yang merasa tersakiti karena pernah menjadi Rival Rossi ikut menimbrung dan memperkeruh suasana. Seperti casey yang intinya berkata, "Kalau bukan Rossi pasti sudah di diskualifikasi" Saya tidak mempermasalahkan ini karena itu adalah hak dia untuk mengetweet apapun. Tapi itu membuat fans mereka merasa yakin jika Rossi yang sepenuhnya salah.



No comments:
Post a Comment