Saturday, 1 August 2015

Sorry #1

Oke, sebelumnya ini masuk kebagian Slut In Love. Hanya saja berbeda judul, karena banyak pembaca yang masih minta dan penasaran dengan selanjutnya. Dan di part ini, menegaskan dan menjawab para pembaca yang bertanya-tanya. Jadi, selamat membaca dan happy reading :)

"Kau mau minum apa?"

"Sirup. Diluar sangat panas sekali."

"Akan aku ambilkan."

Aku melangkah menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk suamiku. Ya memang, harus aku akui jika diluar cuaca sangat panas dan menyengat hingga ke kulit. Aku membuatkan minuman sembari melihat wajah Nicky yang dipenuhi dengan keringat dan menarik-narik kerah kemejanya untuk mendapatkan angin yang lebih di tubuhnya. Nicky hanya pulang kerumah sekedar untuk melihatku dan kedua anakku, bisa dibilang jika rumah kami dengan kantornya lumayan dekat.

"Ini untukmu." Aku memberikannya dan ikut duduk disamping Nicky sembari menikmati tayangan televisi. Kali ini dan detik ini, aku ingin mengabdi kepada suamiku, aku akan menjadi orang tua untuk kedua anakku dan istri yang baik untuk suamiku. Aku tidak akan pernah lagi memuaskan nafsu laki-laki hidung belang hanya untuk uang semata, percayalah. Tidak akan pernah lagi.

"Mom, Yeslyn dan Suho lagi apa?" tanyanya sembari menaruh gelas yang sudah kosong ke meja.

"Yeslyn lagi tidur kalau Suho lagi nemenin adiknya, katanya dia mau jagain Yeslyn karena enggak mau adiknya hilang diambil hantu." jawabku tertawa sembari mengelus rambut tipis milik Nicky.

Yeslyn Hayden, anak kedua yang ku kandung dan sekarang sudah berumur sepuluh bulan. Sangat cepat sekali dia tumbuh. Aku masih ingat betul ketika Yeslyn memaksaku untuk keluar dan ingin melihat indah dan penuh cobaan didunia. 

Disaat itu hari minggu dan aku tengah memasak sarapan untuk suami dan anakku. Tiba-tiba aku merasakan aliran air yang mengalir dikedua kakiku dan aku merasakan sakit luar biasa diperutku. Berteriak dengan kencang dan merebahkan tubuh dilantai menahan sakitnya yang luar biasa. Nicky dengan segera menghampiriku dan terlihat wajahnya yang sangat panik, dia membawaku kedalam jok mobil paling belakang, berlari kedalam rumah dan menggendong Suho yang masih tertidur dengan pulas.

Nicky memasangkan sabuk pengaman sebelumnya kepadaku dan Suho lalu membawa mobil dengan kencang dan memasang tanda hati-hati yang sudah dirancang untuk keadaan darurat. Semua begitu cepat, memarkirkan didepan lobby rumah sakit, Nicky berteriak memanggil suster dan aku dibawa diruang tindakan lanjut untuk melakukan operasi. Aku tahu, aku tidak akan kuat menahan perihnya melahirkan melalui rahimku dan ini sudah kedua kalinya aku melahirkan dengan cara operasi meskipun orang bilang jika tidak melahirkan secara normal kamu tidak akan merasakan sosok ibu yang sebenarnya.

"Nick, mau lihat Suho sama Yeslyn dulu?" tanyaku.

Aku dan Nicky bangkit dan berjalan menuju ruangan Yeslyn. Dia membuka pintu dengan hati-hati agar tidak terasa terganggu dengan kehadiran kami. Suho yang sangat menggemaskan tidur disamping Yeslyn sembari memeluknya dengan erat. Aku dan Nicky bertatapan satu sama lain dan mengukir senyuman dibibir setelah melihat mereka dan dia merangkulku dengan erat. Sengaja aku sandarkan kepalaku di dada bidangnya. Keluarga kami yang sudah berubah dan lebih sangat bahagia sejak kehadiran Yeslyn. 

"Zi, aku mau berangkat lagi ya." ujar Nicky sembari memelukku. Aku mencium tangan kanannya dan mengekor dibelakangnya yang berjalan kearah mobil. Aku melihat Nicky sampai mobil tidak terlihat lagi dimataku.

Nicky sekarang bekerja sebagai atasan disalah satu perusahaan pengelola merchandise para pembalap motogp terkenal. Marc Marquez, Dani Pedrosa, Nicky sendiri, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso sebagai salah satunya. Setelah pensiun dari balapan dan ada seorang terkenal nan kaya raya menawarkan Nicky untuk bergabung dan Nicky meng-iyakannya. Jika aku berbicara tentang uang, menurutku gaji Nicky perbulannya cukup untuk makan sehari-hari kami terutama untuk Yeslyn yang sedang banyak-banyaknya pengeluaran.

Dan tidak jarang Nicky memberikanku uang dengan percuma untuk shopping dan aku menolaknya untuk itu, walaupun aku tahu itu mungkin salah satu kewajiban sebagai seorang suami. Aku pikir lebih baik uang itu kami tabung untuk masa depan kami terutama masa depan kedua anak kami. Aku tidak seperti dulu yang memerlukan banyak peralatan makeup, sekarang dengan aku berhadapan dengan Nicky tanpa makeup atapun hanya sekedar memakai lipstik lebih terlihat anggun dan bermartabat.

Aku bersyukur karena aku sudah tersadar jika aku telah menyia-nyiakan waktu yang tuhan berikan kepadaku. Aku menyia-nyiakan Nicky yang sudah lama mencintaiku begitupun Suho yang dulu amat haus dengan kasih sayang dari seorang ibunya. Kini, aku tidak akan pernah lagi menyakiti mereka. Aku akan menjaga mereka dengan sepenuh jiwaku dan aku rela kehilangan nyawa demi melindungi mereka.

Aku tidak tahu bagaimana harus berterimakasih kepada tuhan. Tuhan menitipkan Nicky kepadaku agar aku menjadi pribadi yang benar dimatanya dan terutama dimata tuhan. Pernikahan kami kurang lebih enam tahun dengan perjalanan yang tidak mudah bagi kami terutama bagi Nicky yang harus menghadapi kebiasaan burukku dan aku dengannya menikah ketika aku sudah mengandung Suho. Dengan rasa tulus dan kasih sayang, Nicky menikahiku dan banyak hinaan kepada kami terutama kepadanya kenapa mau kau menikahi Zi?

Tapi beginilah tuhan memperbaiki dan membuat hambanya tersadar dengan cara yang berbeda. Tapi lewat Nickylah yang membuatku seperti ini.

To be continued...

No comments:

Post a Comment