Sunday, 7 September 2014

Because I'm Jealous #1




Kalau baca ff harus di bayangin ya, hehehe....
Maaf kalau typo, harap maklum karena saya hanyalah manusia biasa.

Cast:
-          Valentino Rossi
-          Linda Morselli
-          Luca Marini
-          Stefania Palma
-          Mama Linda Morselli
-          Marc Marquez
-          Harry Jacob
-          Evelyn Amy Eliza


Rossi mengajak Linda berjalan-jalan, sebelumnya mereka makan terlebih dahulu di sebuah restoran ternama di Italia.

Tanpa di duga ada salah satu mantan Linda bertemu di restoran yang sama dengannya.
Harry nama mantan Linda, ia adalah pemilik perusahaan restoran tersebut.

Disana ada Rossi? berarti ada Linda juga ? -- batin Harry

"Hmm..Linda?" ucap Harry menghampiri Linda dan Rossi.
"Ha..Harry?" balas Linda gugup.



Rossi dan Linda berdiri.

"Saya Harry.." ucap Harry. "Saya Rossi" balas Rossi.

Mereka bersalaman.


Astaga Linda... Makin hari makin cantik aja-- batin Harry.

"Kamu ngapain kesini?" tanya Linda.

"Aku ngecek restoran takut ada masalah" balas Harry dengan tampang sombong.

"Ngecek? berarti kamu yang punya restoran ini?" ucap Linda.

"Iya... bisa dibilang begitulah" balas Harry.

"Oh iya, anda disini sebagai pemilik bukan?" tanya Rossi.

"Itu sudah pasti" balas Harry.

"Okay, kami ingin melanjutkan makan lagi. Kalau Linda dan Harry ingin mengobrol silahkan lain waktu dan tempatnya bukan disini disaat kita lagi makan. terimakasih..." ucap Rossi menekan.

"Okay kalau begitu, silahkan lanjutkan kembali makanannya" balas Harry meninggalkan Rossi dan Linda.

***

Harry langsung meninggalkan Rossi dan Linda, sementara itu mereka melanjutkan makannya kembali.

"Itu Harry mantan kamu kan.." ucap Rossi sambil menyantap makanannya.

"Iya" balas Linda. "Ganteng ya Lin..." ucap Rossi.

"Kamu kok tiba-tiba nanya begitu sih?" balas Linda.

Rossi hanya diam.

***

Suasana jadi berubah semenjak Harry menghampiri Linda tadi. Rossi makan dengan terburu-buru ingin cepat keluar dari restoran itu. Sedangkan Harry dari kejauhan memperhatikan Linda dan Rossi.

Lin, semenjak kita putus belum ada yang menggantikan kamu sampai saat ini meskipun banyak yang mengincarku. Dan sekarang kita dipertemukan kembali. Apakah kita berjodoh? --batin Harry.

"Lin,nanti kamu yang bayar ya. Aku keluar duluan nanti....." ucap Rossi.
"Kamu kenapa sih? Enggak biasanya kamu kayak gini" balas Linda memotong pembicaraan Rossi.
"Nanti aku tunggu kamu di mobil" ucap Rossi mengeluarkan uang untuk membayar makanan dan langsung meninggalkan Linda.

                                                                                                       ***

Rossi keluar dari restoran.

"Terima kasih, selamat datang kembali pak Rossi..." ucap Harry dengan nada mengejek.
Rossi mendengar perkataan Harry, ia langsung masuk kembali ke dalam restoran.
"Sorry tadi anda berkata apa..?" ucap Rossi.

"Terima kasih selamat datang kembali. Memang ada apa dengan perkataan saya barusan?" balas Harry menunjukan muka sombong.

"Sama-sama pak Harry, tapi kemungkinan saya dan Linda tidak akan pernah kembali kesini lagi. Sekian" ucap Rossi meninggalkan restoran tersebut.

                                                                                                  ***

Linda yang melihat keributan antara Rossi dan Harry langsung mengakhiri makanannya dan memanggil pelayan.

"Pak, bill nya.." ucap Linda memanggil pelayan.
"Tunggu sebentar bu" balas pelayan.

Pelayan tersebut mengambil bill untuk Linda. Harry mendengar Linda meminta bill , ia menghampiri Pelayan tersebut.

"Udah gakusah, saya aja yang melayani dia" ucap Harry.
"Tapi pak.." balas Pelayan. "Kamu kembali bekerja sana!" ucap Harry.
"Terima kasih pak" ucap Pelayan.

Harry menghampiri Linda sambil membawa bill.

"Ini Lin billnya" ucap Harry memberikan bill nya lalu duduk dihadapan Linda.

Rossi melihat Linda dan Harry dari mobilnya. Kebetulan kaca restoran tersebut terlihat dari mobilnya.

"Kok malah kamu bukan petugasnya? okey ini aku bayar makanannya" ucap Linda mengeluarkan uang dari Rossi dan ingin meninggalkan restoran tersebut.

"Eh Linda tunggu..." balas Harry menahan Linda.

"Ada apa lagi?" ucap Linda. "Kamu apa kabar?!" tanya Harry.

"Baik, dan sangat baik" balas Linda langsung keluar dari restoran tersebut.

Dari dulu kamu tidak berubah, selalu jutek dan misterius. Aku suka perempuan seperti itu -- batin Harry.

***

Linda menuju ke mobil Rossi....

"Kok lama..?" ucap Rossi. "Iya tadi petugas bill nya lama aku panggil" balas Linda berharap Rossi tidak mengetahui Harry menghampirinya.

"Oh petugasnya ya? Kok ganteng sih pake jas lagi petugasnya. Itu petugas level apa ya?" ucap Rossi.
"Tadi aku minta bill ke petugasnya. Tiba-tiba Harry yang dateng aku juga gak tahu Ros" balas Linda.

"Okay no problem, tapi kenapa harus duduk di depan kamu? Emang gak bisa berdiri aja, kamu yang nyuruh iya?" sahut Rossi.

"Ya ampun aku gak tahu sama sekali, yaudah maafin aku" balas Linda.

Rossi hanya diam dan langsung berjalan menuju rumah Linda, di sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam merenungi kesalahan masing-masing.

                                                                                              ***

Aku cinta sama kamu, kamu enggak paham? Aku cemburu Lin aku cemburu!! Dia kaya, tampan. Sedangkan aku? -- batin Rossi merendah.

Di tengah perjalanan...

"Mau kemana Ros? Kok arah jalannya kesini?" ucap Linda. "Sorry Lin.." balas Rossi.

Mobil tepat berhenti di depan rumah Linda..

"Kok...?" ucap Linda bingung.
"Maaf Lin, mood aku berubah sejak Harry dateng. Aku enggak mau maksain jalan sama kamu tapi aku lagi begini. Nanti kita makin berantem jadi sekali lagi maaf Lin" balas Rossi.

"Okay aku paham, yaudah aku pulang dulu bye.." kata Linda meninggalkan Rossi.

Maafin aku Lin... -- batin Rossi.

                                                                                                 ***

Rossi langsung berjalan menuju rumahnya.

Sesampainya dirumah......

"Kak?" ucap Luca heran melihat Rossi seperti itu
"Kenapa kak kok gitu?" lanjut Luca.

Rossi hanya diam dan langsung masuk ke kamarnya.

"Lah itu anak kenapa lagi dateng-dateng cemberut biasanya pecicilan" uca Stefania.
"Tau tuh mom, palingan berantem sama kak Linda" balas Luca. "Dasar anak muda" ucap Stefania.

                                                                                                     ***

Di rumah Linda.....

Linda berkali-kali menghubungi Rossi tapi tidak ada satupun di balas maupun di angkat telepon nya. Linda merasa khawatir, tidak seperti ini Rossi biasanya.

Mungkin Rossi ingin menenangkan diri sejenak -- batin Linda.

Tiba-tiba terdengar ada orang mengetuk pintu rumahnya.

"LINDA... BUKAIN PINTUNYA DULU MAMA LAGI MASAK!!" sahut mama Linda.

Pasti Rossi yang datang.. --batin Linda.

Dengan semangat Linda membuka pintu untuk Rossi.

"Ha....Harry? Ngapain kamu kesini?" ucap Linda kecewa ternyata bukan sang pacar yang datang tapi mantannya.

"Siapa Lin?" ucap mama Linda menghampiri Linda. "Eh ada Harry , Linda suruh masuk dulu dong.." lanjut mama Linda.

"Yaudah masuk" ucap Linda. "Terima Kasih Linda Morselli" balas Harry tersenyum.

Mama Linda dan Harry sudah mengenal satu sama lain begitupun dengan keluarga mereka.

"Ada apa kamu kesini?" tanya mama Linda.
"Enggak mom aku kepengen silahturahmi aja, udah lama gak kesini" balas Harry.

"Mom? Sejak kapan kamu manggil mama dengan sebutan MOM. Kita udah enggak ada hubungan apa-apa lagi harry!!" kata Linda gemas.

"Jangan begitu Lin, mama udah anggap Harry sebagai anak sendiri. Begitupun dengan Rossi" ucap mama Linda kaget mendengar anaknya berkata seperti itu.

"Mama kamu aja enggak masalah kok Lin" balas Harry.
"Terserah deh!" ucap Linda lalu meninggalkan Harry dan mamanya.
"Maafin Linda ya, dia emang suka begitu" ucap mama Linda.

                                                                                                        ***

Linda yang kesal langsung masuk ke kamarnya. Ia langsung menangis tak tahan lagi, entah ingin cerita dengan siapa masalah yang dihadapi nya ini.

Satu- satunya yang dia percaya hanya Evelyn sahabatnya,
Linda meraih ponselnya menghubungi Evelyn untuk datang kerumahnya.

Hallo Evelyn, kamu bisa ke rumah enggak? Aku kepengen cerita sama kamu -- Linda.
Bisa kok aku langsung kerumah kamu ya, bye -- Evelyn.

                                                                                                   ***

Evelyn langsung menuju kerumah Linda.

toktoktok.....

"Aku aja mom yang buka pintunya" ucap Harry.
"Iya sebentar..." teriak Harry.

Harry membuka pintunya.

Astaga, ini siapa? Cantik banget... -- batin Harry.

"Hmm.. Ada Lindanya kan?" ucap Evelyn.
"A...Ada kok, mau ketemu sama Linda ya?" ucap Harry tertuju kepada mata Evelyn yang indah.
"Yaudah masuk aja" lanjut Harry.

Rambutnya yang panjang , mukanya yang sedikit oval, dengan kulit sawo matang dan mata yang bersinar membuat Harry tertarik kepada Evelyn.

"Eh Evelyn, cari Linda ya? Masuk aja ke kamarnya" ucap mama Linda.
"Oke, makasih bu" balas Evelyn.
"Kenal Mom sama dia?" tanya Harry.
"Kenal, dia suka datang kesini ketemu sama Linda" balas mama Linda.
"Namanya siapa ?" ucap Harry. "Evelyn" balas mama Linda.

                                                                                                                ***

toktoktok....

Evelyn mengetuk pintu kamar Linda.

"Masuk Lyn.." ucap Linda.

                                                                                                               ***

Di rumah Rossi.....

"Rossi.... Keluar dong" ucap Stefania di depan kamar Rossi.
"Iya mom nanti...." balas Rossi.

"Ini orang kalau lagi galau lama banget galaunya, hibur kakak kamu sana!" ucap Stefania kepada Luca.

"Ah males ah... Nanti aku di kacangin, tau enggak mom rasanya di kacangin?" balas Luca.
"Emang rasanya kayak gimana?" ucap Stefania.
"Sakitnya tuh disini mom..." balas Luca menunjuk dadanya.
"Lebay...." ucap Stefania

                                                                                                       ***

Linda menceritakan permasalahan nya kepada Evelyn. Memberi semangat, motivasi, Saran, Nasihat dan bantuan itu yang hanya bisa dilakukan sebagai sahabat.

Evelyn bersama Linda keluar dari kamar nya. Mata Linda membesar akibat menangis.

"Bu aku pulang ya" ucap Evelyn. "Kok cepet banget, main dulu disini" balas mama Linda.
"Makasih bu, tapi ada urusan lagi" ucap Evelyn. "Saya juga bu, pulang dulu ya" kata Harry.
"Yaudah kalau begitu hati-hati ya" balas mama Linda.

Harry , Evelyn dan Linda keluar dari rumahnya.
Harry mengajak Evelyn untuk pulang bersamanya.

"Naik apa kesini tadi?" tanya Harry. "Naik taksi" balas Evelyn.
"Bareng yuk.." kata Harry. "Enggak usah makasih" balas Evelyn.
"Udah enggak apa-apa bareng dia aja Lyn.." kata Linda.

"Yaudah deh" balas Evelyn.
"Aku pulang ya.." kata Harry mencium punggung tangan Linda.
"Ih apaan sih, hati-hati ya" balas Linda.

                                                                                                       ***

Besoknya Rossi belum mengabari Linda, ia sangat khawatir. Linda meraih ponselnya meminta Marc ikut bersamanya untuk datang ke rumah Rossi.

Hallo.. Marc? -- Linda.
Iya kenapa Lin? -- Marc.
Lagi sibuk enggak? -- Linda.
Enggak, kenapa emangnya? -- Marc.
Temenin aku kerumah Rossi yuk.. -- Linda.
Ngapain? -- Marc.
Nanti di perjalanan aku jelasin deh -- Linda.
Yaudah, aku jemput kamu ya  -- Marc.
Okay, thanks ya -- Linda.

Linda langsung bersiap-siap, tak lama kemudian Marc sampai dirumah Linda, terdengar suara klakson mobilnya.

"Ma aku pergi dulu!!" ucap Linda terburu-buru.
"Mau kemana?" balas mama Linda. "Ke rumah Rossi" ucap Linda meninggalkan rumahnya.
Linda langsung masuk ke mobil Marc.
"Hai" ucap Linda. "Hai juga... Kenapa kok kamu minta temenin aku ke rumah Rossi?" tanya Marc.

Di sepanjang perjalanan Linda menjelaskan permasalahannya dengan Rossi, Marc sekarang paham.

                                                                                                 ***

Sesampainya mereka di rumah Rossi.

toktoktok....

"Eh kak Linda sama kak Marc, ada apa kesini?" kata Luca membukakan pintu untuknya.
"Ada Rossi enggak?" balas Marc.

"Kak Rossi? Pergi..." ucap Luca. "Yah...." sahut Marc dan Linda kecewa.
"Tadi aku tanya katanya sih dia ke taman kota" kata Luca. "Emang kenapa sih? Kakak lagi berantem sama kak Rossi ya?" lanjut Luca.

"Anak kecil belum boleh tahu dulu... Yaudah makasih ya Luca salam buat mama kamu" ucap Linda meninggalkan Luca.

                                                                                                    ***

Perasaan Linda tak karuan setelah mendengar Rossi berada di taman kota. Bibirnya pucat, tangannya berkeringat dingin, jantungnya berdegup sangat kencang. Marc melihat Linda, ia khawatir dengannya.

"Lin? Kamu kenapa kok pucat?" tanya Marc seketika mobil berhenti.
"Aku enggak apa-apa kok Marc, ayok lanjutin biar cepat sampai ke sana" balas Linda dengan keadaan yang khawatir.

"Ngelanjutin? Apa kamu gila Lin? Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Marc. "Aku bawa kamu ke rumah sakit ya" lanjut Marc.

"Apaansih.. Kamu gak usah lebay aku enggak apa-apa Marc" balas Linda memaksakan tersenyum untuk Marc.

Tiba-tiba Linda pingsan.

"Lin?Lin kamu...." ucap Marc menggoyangkan badan Linda.

Marc mengetahui jika Linda pingsan, ia langsung menuju ke rumah sakit terdekat. Ia merasa khawatir dan juga takut jika pacar dari sahabatnya itu kenapa napa.


                                                                                                      ***

Sampai di rumah sakit...

Marc langsung menggendong Linda.

"SUSTER!! TOLONG DONG!!" teriak Marc panik.

Linda di bawa ke Unit Gawat Darurat untuk diperiksa. Setelah 10 menit Dokter keluar dari ruang UGD dan menyatakan penyakit asma Linda kambuh tapi untung tidak terlalu parah.
Linda mempunyai penyakit asma sejak dari kecil, penyakit yang di turunkan oleh papah nya.

"Linda..." ucap Marc melihat keadaan Linda yang belum sadar.

Tangan nya bergerak...

"Marc... Kok aku disini?" tanya Linda. "Sekarang kamu istirahat dulu, aku hubungin keluarga kamu ya.." balas Marc.

"Rossi.... " ucap Linda berulang-ulang.
"Sst.... Kamu harus istirahat dulu ya" kata Marc.

Cepet sembuh Linda... -- batin Marc membelai rambutnya.

Hallo bu , Linda ada di rumah sakit. Penyakit asma Linda kambuh.

Marc menelpon ibu dari Linda Morselli. Ibunya panik dan langsung menuju ke rumah sakit. Marc menunggu ibunya datang, ia tidak tega jika Linda di tinggalkan. Sementara ibunya sudah datang Marc menuju ke taman kota melihat Rossi.

                                                                                                     ***

Jalanan padat merayap.

Shit! Come on -- batin Marc memukul stir mobil.

Jalan kembali lancar. Marc mengebut mengendarai mobilnya.
Setelah 15 menit ia sampai di taman kota. Marc berlari mencari Rossi, dan akhirnya Marc menemui Rossi.

Betapa kaget nya Marc, ketika........


To be continued


Terima kasih buat Mutia yang sudah memberi ide nya
Kritik, comment dan saran :
Twitter : @vidiyaannisa46
Facebook: http:// facebook.com/vidiyapartIII

Atau bisa di kolom comment blog

2 comments:

  1. Harry nama abang gue, kelakuannya persis, devil. BHAAK. #ignore

    mpid kerenan yang ini i swear :* gue mau nyumbang ide tapi keknya jangan disini bhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harry gukguk guk ya kak? Line aja kak line :D

      Delete