Kalau baca ff harus di bayangin ya, hehehe....
Maaf kalau typo, harap maklum karena saya hanyalah
manusia biasa.
Cast:
-
Valentino Rossi
-
Linda Morselli
-
Luca Marini
-
Stefania Palma
-
Mama Linda Morselli
-
Marc Marquez
-
Harry Jacob
-
Evelyn Amy Eliza
Rossi mengajak Linda berjalan-jalan, sebelumnya mereka makan terlebih dahulu di sebuah restoran ternama di Italia.
Tanpa di duga ada salah satu mantan Linda bertemu di restoran yang sama dengannya.
Harry nama mantan
Linda, ia adalah pemilik perusahaan restoran tersebut.
Disana ada Rossi? berarti ada Linda juga ? -- batin Harry
"Hmm..Linda?"
ucap Harry menghampiri Linda dan Rossi.
"Ha..Harry?" balas Linda gugup.
Rossi dan Linda berdiri.
"Saya
Harry.." ucap Harry. "Saya Rossi" balas Rossi.
Mereka bersalaman.
Astaga Linda... Makin hari makin cantik aja-- batin Harry.
"Kamu ngapain
kesini?" tanya Linda.
"Aku ngecek
restoran takut ada masalah" balas Harry dengan tampang sombong.
"Ngecek?
berarti kamu yang punya restoran ini?" ucap Linda.
"Iya... bisa
dibilang begitulah" balas Harry.
"Oh iya, anda
disini sebagai pemilik bukan?" tanya Rossi.
"Itu sudah
pasti" balas Harry.
"Okay, kami
ingin melanjutkan makan lagi. Kalau Linda dan Harry ingin mengobrol silahkan
lain waktu dan tempatnya bukan disini disaat kita lagi makan.
terimakasih..." ucap Rossi menekan.
"Okay kalau
begitu, silahkan lanjutkan kembali makanannya" balas Harry meninggalkan
Rossi dan Linda.
***
Harry langsung meninggalkan Rossi dan Linda,
sementara itu mereka melanjutkan makannya kembali.
"Itu Harry
mantan kamu kan.." ucap Rossi sambil menyantap makanannya.
"Iya"
balas Linda. "Ganteng ya Lin..." ucap Rossi.
"Kamu kok
tiba-tiba nanya begitu sih?" balas Linda.
Rossi hanya diam.
***
Suasana jadi berubah semenjak Harry menghampiri
Linda tadi. Rossi makan dengan terburu-buru ingin cepat keluar dari restoran
itu. Sedangkan Harry dari kejauhan memperhatikan Linda dan Rossi.
Lin, semenjak kita putus belum ada yang menggantikan
kamu sampai saat ini meskipun banyak yang mengincarku. Dan sekarang kita
dipertemukan kembali. Apakah kita berjodoh? --batin Harry.
"Lin,nanti kamu
yang bayar ya. Aku keluar duluan nanti....." ucap Rossi.
"Kamu kenapa
sih? Enggak biasanya kamu kayak gini" balas Linda memotong pembicaraan
Rossi.
"Nanti aku
tunggu kamu di mobil" ucap Rossi mengeluarkan uang untuk membayar makanan
dan langsung meninggalkan Linda.
Rossi keluar dari restoran.
"Terima kasih,
selamat datang kembali pak Rossi..." ucap Harry dengan nada mengejek.
Rossi mendengar
perkataan Harry, ia langsung masuk kembali ke dalam restoran.
"Sorry tadi
anda berkata apa..?" ucap Rossi.
"Terima kasih
selamat datang kembali. Memang ada apa dengan perkataan saya barusan?"
balas Harry menunjukan muka sombong.
"Sama-sama pak
Harry, tapi kemungkinan saya dan Linda tidak akan pernah kembali kesini lagi.
Sekian" ucap Rossi meninggalkan restoran tersebut.
Linda yang melihat
keributan antara Rossi dan Harry langsung mengakhiri makanannya dan memanggil
pelayan.
"Pak, bill
nya.." ucap Linda memanggil pelayan.
"Tunggu
sebentar bu" balas pelayan.
Pelayan tersebut
mengambil bill untuk Linda. Harry mendengar Linda meminta bill , ia menghampiri
Pelayan tersebut.
"Udah gakusah,
saya aja yang melayani dia" ucap Harry.
"Tapi
pak.." balas Pelayan. "Kamu kembali bekerja sana!" ucap Harry.
"Terima kasih
pak" ucap Pelayan.
Harry menghampiri
Linda sambil membawa bill.
"Ini Lin
billnya" ucap Harry memberikan bill nya lalu duduk dihadapan Linda.
Rossi melihat Linda
dan Harry dari mobilnya. Kebetulan kaca restoran tersebut terlihat dari
mobilnya.
"Kok malah kamu
bukan petugasnya? okey ini aku bayar makanannya" ucap Linda mengeluarkan
uang dari Rossi dan ingin meninggalkan restoran tersebut.
"Eh Linda
tunggu..." balas Harry menahan Linda.
"Ada apa
lagi?" ucap Linda. "Kamu apa kabar?!" tanya Harry.
"Baik, dan
sangat baik" balas Linda langsung keluar dari restoran tersebut.
Dari dulu kamu tidak berubah, selalu jutek dan
misterius. Aku suka perempuan seperti itu -- batin Harry.
***
Linda menuju ke
mobil Rossi....
"Kok
lama..?" ucap Rossi. "Iya tadi petugas bill nya lama aku
panggil" balas Linda berharap Rossi tidak mengetahui Harry menghampirinya.
"Oh petugasnya
ya? Kok ganteng sih pake jas lagi petugasnya. Itu petugas level apa ya?"
ucap Rossi.
"Tadi aku minta
bill ke petugasnya. Tiba-tiba Harry yang dateng aku juga gak tahu Ros"
balas Linda.
"Okay no
problem, tapi kenapa harus duduk di depan kamu? Emang gak bisa berdiri aja,
kamu yang nyuruh iya?" sahut Rossi.
"Ya ampun aku
gak tahu sama sekali, yaudah maafin aku" balas Linda.
Rossi hanya diam dan
langsung berjalan menuju rumah Linda, di sepanjang perjalanan mereka hanya
terdiam merenungi kesalahan masing-masing.
Aku cinta sama kamu, kamu enggak paham? Aku cemburu
Lin aku cemburu!! Dia kaya, tampan. Sedangkan aku? -- batin Rossi merendah.
Di tengah
perjalanan...
"Mau kemana
Ros? Kok arah jalannya kesini?" ucap Linda. "Sorry Lin.." balas
Rossi.
Mobil tepat berhenti di depan rumah Linda..
"Kok...?"
ucap Linda bingung.
"Maaf Lin, mood
aku berubah sejak Harry dateng. Aku enggak mau maksain jalan sama kamu tapi aku
lagi begini. Nanti kita makin berantem jadi sekali lagi maaf Lin" balas
Rossi.
"Okay aku
paham, yaudah aku pulang dulu bye.." kata Linda meninggalkan Rossi.
Maafin aku Lin...
-- batin Rossi.
Rossi langsung
berjalan menuju rumahnya.
Sesampainya dirumah......
"Kak?"
ucap Luca heran melihat Rossi seperti itu
"Kenapa kak kok
gitu?" lanjut Luca.
Rossi hanya diam dan langsung masuk ke kamarnya.
"Lah itu anak
kenapa lagi dateng-dateng cemberut biasanya pecicilan" uca Stefania.
"Tau tuh mom,
palingan berantem sama kak Linda" balas Luca. "Dasar anak muda"
ucap Stefania.
Di rumah Linda.....
Linda berkali-kali
menghubungi Rossi tapi tidak ada satupun di balas maupun di angkat telepon nya.
Linda merasa khawatir, tidak seperti ini Rossi biasanya.
Mungkin Rossi ingin menenangkan diri sejenak -- batin Linda.
Tiba-tiba terdengar
ada orang mengetuk pintu rumahnya.
"LINDA...
BUKAIN PINTUNYA DULU MAMA LAGI MASAK!!" sahut mama Linda.
Pasti Rossi yang datang.. --batin Linda.
Dengan semangat
Linda membuka pintu untuk Rossi.
"Ha....Harry?
Ngapain kamu kesini?" ucap Linda kecewa ternyata bukan sang pacar yang datang
tapi mantannya.
"Siapa
Lin?" ucap mama Linda menghampiri Linda. "Eh ada Harry , Linda suruh
masuk dulu dong.." lanjut mama Linda.
"Yaudah
masuk" ucap Linda. "Terima Kasih Linda Morselli" balas Harry
tersenyum.
Mama Linda dan Harry
sudah mengenal satu sama lain begitupun dengan keluarga mereka.
"Ada apa kamu
kesini?" tanya mama Linda.
"Enggak mom aku
kepengen silahturahmi aja, udah lama gak kesini" balas Harry.
"Mom? Sejak
kapan kamu manggil mama dengan sebutan MOM. Kita udah enggak ada hubungan
apa-apa lagi harry!!" kata Linda gemas.
"Jangan begitu
Lin, mama udah anggap Harry sebagai anak sendiri. Begitupun dengan Rossi"
ucap mama Linda kaget mendengar anaknya berkata seperti itu.
"Mama kamu aja
enggak masalah kok Lin" balas Harry.
"Terserah
deh!" ucap Linda lalu meninggalkan Harry dan mamanya.
"Maafin Linda
ya, dia emang suka begitu" ucap mama Linda.
Linda yang kesal langsung
masuk ke kamarnya. Ia langsung menangis tak tahan lagi, entah ingin cerita
dengan siapa masalah yang dihadapi nya ini.
Satu- satunya yang
dia percaya hanya Evelyn sahabatnya,
Linda meraih ponselnya menghubungi Evelyn untuk datang kerumahnya.
Linda meraih ponselnya menghubungi Evelyn untuk datang kerumahnya.
Hallo Evelyn, kamu bisa ke rumah enggak? Aku
kepengen cerita sama kamu -- Linda.
Bisa kok aku langsung kerumah kamu ya, bye -- Evelyn.
Evelyn langsung
menuju kerumah Linda.
toktoktok.....
"Aku aja mom
yang buka pintunya" ucap Harry.
"Iya
sebentar..." teriak Harry.
Harry membuka
pintunya.
Astaga, ini siapa?
Cantik banget... -- batin Harry.
"Hmm.. Ada
Lindanya kan?" ucap Evelyn.
"A...Ada kok,
mau ketemu sama Linda ya?" ucap Harry tertuju kepada mata Evelyn yang
indah.
"Yaudah masuk
aja" lanjut Harry.
Rambutnya yang
panjang , mukanya yang sedikit oval, dengan kulit sawo matang dan mata yang
bersinar membuat Harry tertarik kepada Evelyn.
"Eh Evelyn,
cari Linda ya? Masuk aja ke kamarnya" ucap mama Linda.
"Oke, makasih
bu" balas Evelyn.
"Kenal Mom sama
dia?" tanya Harry.
"Kenal, dia suka datang kesini ketemu sama Linda" balas mama Linda.
"Kenal, dia suka datang kesini ketemu sama Linda" balas mama Linda.
"Namanya siapa
?" ucap Harry. "Evelyn" balas mama Linda.
toktoktok....
Evelyn mengetuk pintu kamar Linda.
"Masuk
Lyn.." ucap Linda.
Di rumah Rossi.....
"Rossi....
Keluar dong" ucap Stefania di depan kamar Rossi.
"Iya mom
nanti...." balas Rossi.
"Ini orang
kalau lagi galau lama banget galaunya, hibur kakak kamu sana!" ucap Stefania kepada Luca.
"Ah males ah...
Nanti aku di kacangin, tau enggak mom rasanya di kacangin?" balas Luca.
"Emang rasanya
kayak gimana?" ucap Stefania.
"Sakitnya tuh
disini mom..." balas Luca menunjuk dadanya.
"Lebay...." ucap Stefania
"Lebay...." ucap Stefania
Linda menceritakan
permasalahan nya kepada Evelyn. Memberi semangat, motivasi, Saran, Nasihat dan
bantuan itu yang hanya bisa dilakukan sebagai sahabat.
Evelyn bersama Linda
keluar dari kamar nya. Mata Linda membesar akibat menangis.
"Bu aku pulang
ya" ucap Evelyn. "Kok cepet banget, main dulu disini" balas mama
Linda.
"Makasih bu,
tapi ada urusan lagi" ucap Evelyn. "Saya juga bu, pulang dulu
ya" kata Harry.
"Yaudah kalau
begitu hati-hati ya" balas mama Linda.
Harry , Evelyn dan
Linda keluar dari rumahnya.
Harry mengajak Evelyn untuk pulang bersamanya.
"Naik apa
kesini tadi?" tanya Harry. "Naik taksi" balas Evelyn.
"Bareng
yuk.." kata Harry. "Enggak usah makasih" balas Evelyn.
"Udah enggak
apa-apa bareng dia aja Lyn.." kata Linda.
"Yaudah deh" balas Evelyn.
"Aku pulang
ya.." kata Harry mencium punggung tangan Linda.
"Ih apaan sih, hati-hati ya" balas Linda.
"Ih apaan sih, hati-hati ya" balas Linda.
Besoknya Rossi belum
mengabari Linda, ia sangat khawatir. Linda meraih ponselnya meminta Marc ikut
bersamanya untuk datang ke rumah Rossi.
Hallo.. Marc? -- Linda.
Iya kenapa Lin? -- Marc.
Lagi sibuk enggak? -- Linda.
Enggak, kenapa emangnya? -- Marc.
Temenin aku kerumah Rossi yuk.. -- Linda.
Ngapain? -- Marc.
Nanti di perjalanan aku jelasin deh -- Linda.
Yaudah, aku jemput kamu ya -- Marc.
Okay, thanks ya -- Linda.
Iya kenapa Lin? -- Marc.
Lagi sibuk enggak? -- Linda.
Enggak, kenapa emangnya? -- Marc.
Temenin aku kerumah Rossi yuk.. -- Linda.
Ngapain? -- Marc.
Nanti di perjalanan aku jelasin deh -- Linda.
Yaudah, aku jemput kamu ya -- Marc.
Okay, thanks ya -- Linda.
Linda langsung
bersiap-siap, tak lama kemudian Marc sampai dirumah Linda, terdengar suara
klakson mobilnya.
"Ma aku pergi
dulu!!" ucap Linda terburu-buru.
"Mau kemana?" balas mama Linda. "Ke rumah Rossi" ucap Linda meninggalkan rumahnya.
"Mau kemana?" balas mama Linda. "Ke rumah Rossi" ucap Linda meninggalkan rumahnya.
Linda langsung masuk
ke mobil Marc.
"Hai" ucap
Linda. "Hai juga... Kenapa kok kamu minta temenin aku ke rumah
Rossi?" tanya Marc.
Di sepanjang
perjalanan Linda menjelaskan permasalahannya dengan Rossi, Marc sekarang paham.
Sesampainya mereka
di rumah Rossi.
toktoktok....
"Eh kak Linda
sama kak Marc, ada apa kesini?" kata Luca membukakan pintu untuknya.
"Ada Rossi
enggak?" balas Marc.
"Kak Rossi?
Pergi..." ucap Luca. "Yah...." sahut Marc dan Linda kecewa.
"Tadi aku tanya
katanya sih dia ke taman kota" kata Luca. "Emang kenapa sih? Kakak
lagi berantem sama kak Rossi ya?" lanjut Luca.
"Anak kecil
belum boleh tahu dulu... Yaudah makasih ya Luca salam buat mama kamu" ucap
Linda meninggalkan Luca.
Perasaan Linda tak
karuan setelah mendengar Rossi berada di taman kota. Bibirnya pucat, tangannya
berkeringat dingin, jantungnya berdegup sangat kencang. Marc melihat Linda, ia
khawatir dengannya.
"Lin? Kamu
kenapa kok pucat?" tanya Marc seketika mobil berhenti.
"Aku enggak
apa-apa kok Marc, ayok lanjutin biar cepat sampai ke sana" balas Linda
dengan keadaan yang khawatir.
"Ngelanjutin?
Apa kamu gila Lin? Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Marc. "Aku
bawa kamu ke rumah sakit ya" lanjut Marc.
"Apaansih..
Kamu gak usah lebay aku enggak apa-apa Marc" balas Linda memaksakan
tersenyum untuk Marc.
Tiba-tiba Linda pingsan.
"Lin?Lin
kamu...." ucap Marc menggoyangkan badan Linda.
Marc mengetahui jika
Linda pingsan, ia langsung menuju ke rumah sakit terdekat. Ia merasa khawatir
dan juga takut jika pacar dari sahabatnya itu kenapa napa.
Sampai di rumah sakit...
Marc langsung menggendong Linda.
"SUSTER!!
TOLONG DONG!!" teriak Marc panik.
Linda di bawa ke
Unit Gawat Darurat untuk diperiksa. Setelah 10 menit Dokter keluar dari ruang
UGD dan menyatakan penyakit asma Linda kambuh tapi untung tidak terlalu parah.
Linda mempunyai
penyakit asma sejak dari kecil, penyakit yang di turunkan oleh papah nya.
"Linda..."
ucap Marc melihat keadaan Linda yang belum sadar.
Tangan nya
bergerak...
"Marc... Kok
aku disini?" tanya Linda. "Sekarang kamu istirahat dulu, aku hubungin
keluarga kamu ya.." balas Marc.
"Rossi....
" ucap Linda berulang-ulang.
"Sst.... Kamu
harus istirahat dulu ya" kata Marc.
Cepet sembuh Linda... -- batin Marc membelai rambutnya.
Hallo bu , Linda ada di rumah sakit. Penyakit asma
Linda kambuh.
Marc menelpon ibu
dari Linda Morselli. Ibunya panik dan langsung menuju ke rumah sakit. Marc
menunggu ibunya datang, ia tidak tega jika Linda di tinggalkan. Sementara
ibunya sudah datang Marc menuju ke taman kota melihat Rossi.
Jalanan padat
merayap.
Shit! Come on -- batin Marc
memukul stir mobil.
Jalan kembali
lancar. Marc mengebut mengendarai mobilnya.
Setelah 15 menit ia sampai di taman kota. Marc berlari mencari Rossi, dan akhirnya Marc menemui Rossi.
Setelah 15 menit ia sampai di taman kota. Marc berlari mencari Rossi, dan akhirnya Marc menemui Rossi.
Betapa kaget nya Marc, ketika........
To be continued
Terima kasih buat Mutia
yang sudah memberi ide nya ♥
Kritik, comment dan saran
:
Twitter : @vidiyaannisa46
Facebook: http:// facebook.com/vidiyapartIII
Atau bisa di kolom
comment blog ☺

Harry nama abang gue, kelakuannya persis, devil. BHAAK. #ignore
ReplyDeletempid kerenan yang ini i swear :* gue mau nyumbang ide tapi keknya jangan disini bhahaha
Harry gukguk guk ya kak? Line aja kak line :D
Delete