
Marc mengenal Rossi sudah lama, ia juga mengenal mimik muka Rossi ketika ia sedang marah,sedih,kecewa ataupun senang.
Rossi menunjukan muka sedikit agak marah, Marc berpamitan pulang kepada Linda dan Rossi.
"Hmm.. Lin,Ros aku pulang dulu ya. Masih banyak urusan" kata Marc. "Hati-hati ya" balas Linda. Rossi hanya senyum sinis.
"Bye.." Marc sambil melambaikan tangannya dan menuju ke parkiran mobil.
Setelah Marc pulang, Rossi dan Linda berjalan mencari taksi. Ia tidak bergandengan ketika jalan tidak seperti biasanya. Rossi berada di depan sambil membawa koper di ikuti Linda di belakangnya yang cukup jauh jaraknya.
Mereka menemukan taksinya.
"Taksi..Taksi..." teriak Rossi mengayunkan tangannya, taksi itu berhenti.
"Taksi..Taksi..." teriak Rossi mengayunkan tangannya, taksi itu berhenti.
Hallo Linda
Lin kamu lagi dimana? Jalan yuk
Perkataan Marc kemarin masih membayangi pikiran Rossi sampai sekarang. Ia menanyakan kepada Linda sejauh manakah mereka berhubungan? Apakah mereka dekat lebih dari seorang sahabat?
"Kamu deket sama Marc?" Rossi memulai pembicaraan. "Cuma sebatas temen aja kok kenapa? Tiba-tiba kok kamu ngomong begitu?" balas Linda menatap Rossi.
"Enggak" kata Rossi. "Bener cuma sebatas temen? Punya hubungan apa kamu sama Marc?" lanjutnya to the point.
"Astaga, Rossi! Aku-enggak-punya-hubungan-apa-apa-selain-hubungan-pertemanan" balas Linda memperjelas perkataannya.
"Kali aja ya" ucap Rossi. "Gini nih, kamu selalu nething" balas Linda.
"Kamu emang enggak ngerti di posisi aku gimana, kamu enggak ngerti apa yang aku rasain" ucap Rossi dengan nada cukup keras. Linda terdiam.
"Kalau kalian enggak punya hubungan apa-apa, atau antara kalian enggak punya rasa apa-apa. Enggak mungkin SI-COWOKNYA ngajakin kamu jalan" lanjutnya.
Sekilas supir taksi melihat pertengkaran mereka dari kaca mobilnya.
"Kamu tau dari mana dia ngajakin jalan" balasnya.
"Kemarin kamu nanya kan, kok ponsel aku mati ya. Sebelum kamu dateng dari supermarket Marc nelpon kamu 2X. Pertama aku enggak angkat, yang kedua aku angkat tapi aku enggak ngomong. Dia bilang. Lin kamu lagi dimana? Jalan yuk. Hebat banget dia ngajakin kamu jalan tanpa sepengetahuan dan seizin aku dulu" ucap Rossi terpancing emosi.
"Emang salah ya dia ngajakin aku jalan? JALAN DOANG ROS! JALAN DOANG ENGGAK LEBIH!" kata Linda menekan perkataannya. "Iya awalnya sih jalan doang nanti kelamaan lebih dari itu" balasnya.
"Siapa sih yang enggak mau sama kamu? Aku aja naksir sama kamu waktu pertama kali ketemu, apalagi dia. Marc? Sama aja kayak kamu. Dia ganteng. Cewek siapa yang enggak naksir sama dia, apalagi s-a-m-p-a-i di ajak jalan begitu" lanjutnya.
"Cewek mana yang enggak naksir sama dia? Ya aku orangnya. Berkali-kali aku bilang jangan nething please!" balasnya.
"Saat ini kamu bilang kamu enggak naksir sama dia. Nanti? Kita enggak tau Lin kedepannya kayak gimana dan tolong jangan bawa-bawa nething, jangan jadikan nething senjata kamu" balas Rossi.
Seketika Linda mematung.
"Pak-pak berhenti sampai sini aja" kata Rossi. Taksi itu berhenti.
"Ros, kamu mau kemana?" spontan Linda bertanya.
Rossi langsung turun dari taksi tersebut tanpa melihat Linda dan menghiraukan pertanyaannya. Taksi tersebut jalan kembali.
Rossi berdiri menunggu taksi lewat , taksi lewat dan dia memanggil taksi tersebut.
"Pak ke Tavullia" kata Rossi. Taksi tersebut langsung jalan.
"Pak ke Tavullia" kata Rossi. Taksi tersebut langsung jalan.
***
Marc sampai di rumah setelah ke stasiun kereta menemui Linda dan Rossi.
"Aku pulang..." ucap Marc.
Alex sedang melihat televisi di ruang keluarga. Ia melihat mimik muka kakaknya memancarkan penuh dengan kebahagiaan, tidak seperti biasanya Marc pergi keluar rumah lalu pulang bahagia seperti ini.
"Kayaknya ada yang bahagia" sahut Alex. "Siapa?" balasnya duduk di samping adiknya dan ikutan menonton televisi.
"Ya kakak lah siapa lagi" ucap Alex. "Iya tadi habis ketemu Linda" balas Marc tak menyadari berkata seperti itu, ia asyik menonton tayangan televisi tersebut.
Linda? Kayaknya kak Marc gak punya deh temen yang namanya Linda. Kecuali...... -- batin Alex
"Linda siapa kak? Emang kakak ada ya punya temen yang namanya Linda?" tanya Alex.
Alex menanyakan hal tersebut membuat Marc tersadar apa yang dia katakan kepada adiknya.
"Eum.. A..Ada kok" balasnya gugup. "Linda siapa emang? Kakak enggak pernah cerita sama aku tentang Linda Linda itu?" ucapnya melihat Marc.
"Terus kakak tadi pergi habis ketemu Linda? Berarti ada sesuatu dong antara kakak sama Linda itu?" lanjutnya.
"Yailah kamu kepo amat sih Lex" balasnya. "Emang kalau ketemu sama cewek selalu ada apa-apanya ya?" Marc balik menanya.
"Ya enggak jugasih.." balas Alex. "Tapi biasanya kakak kalau pulang kerumah mukanya datar tanpa expresi. Tapi tadi pulang-pulang mukanya memancarkan penuh kebahagiaan" lanjutnya.
"Tau dari mana? Sok tau nih!" balas Marc mengacak rambut Alex. "Dari mana aja boleh" ucap Alex nada bercanda. Marc terdiam.
Linda udah sampai belum ya? -- batin Marc.
Dia mengirim pesan kepada Linda, dia merogoh sakunya mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Linda.
Udah sampai di rumah Lin?
***
Udah sampai di rumah Lin?
Sesampainya Linda di rumah dia membuka ponselnya. Ternyata ada pesan masuk, pesan tersebut dari Marc.
Akhir-akhir ini sikap Marc kepada Linda sangatlah berbeda. Linda mendapatkan perhatian dari Marc bukan dari pacarnya. Semenjak kejadian adanya Harry, hubungan antara Rossi dan Linda tidak jelas. Terkadang mereka berhubungan terkadang juga tidak.
Dan juga semenjak kejadian itu Linda jarang sekali bahkan hampir tidak pernah mendapat perhatian dari Rossi, meskipun Rossi tau antara Linda dan Harry tidak mempunyai hubungan apa-apa selain pertemanan.
Udah kok jangan khawatir
Menurut Linda saat ini mungkin hanya Marc yang memerhatikan dia. Linda membuka percakapan pesan saat hubungan mereka sangat baik.
Kamu jangan capek-capek
Udah makan belum?
I'll always love you, I promise. I'll always protect you. Dont worry if I find a better woman, but you're perfect to me.
Tanpa ia sadari pipinya dibahasi oleh air matanya. Hal itu sangat indah bagi mereka terutama bagi Linda. Ia rindu sosok Rossi yang sangat perhatian yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Ia mengirim pesan kepada Rossi.
Kamu udah sampai?
Dengan harapan semoga dia membalasnya.
***
Rossi lelah dan tertidur setelah pulang dari Florence dan bertengkar di taksi dengan Linda. Jenuh? Memang Rossi juga merasa jenuh dengan hubungan ini. Tetapi ia berusaha mempertahankannya dan sebatas manakah ia bisa mempertahankan dan bisa bersabar.
Entah Linda atau Rossi yang beruntung. Rossi mendapatkan Linda seorang perempuan cantik, model di Italia dan pernah menjadi Miss elegant tahun 2006.
Sedangkan Linda mendapatkan Rossi seorang pembalap Motogp terkenal, humoris dan Linda sadar mendapatkan hati Rossi itu sangatlah sulit.
2 jam kemudian....
Rossi terbangun dari tidurnya, ia mengambil ponselnya yang ada di bawah bantalnya dalam keadaan setengah sadar. Ada pesan dari Linda.
Kamu udah sampai?
Rossi menuju ke kamar mandi yang ada didalam kamarnya untuk mencuci muka dan kembali melihat ponselnya.
Ini pasti salah kirim, bukan buat aku tapi buat Marc. -- batin Rossi
Dia menghiraukan pesan dari Linda. Jika benar pesan itu buat Rossi, dia juga tidak akan membalasnya, Rossi ingin mengetahui sebesar apakah cinta Linda kepadanya dan apakah Linda ingin mempertahankan hubungannya.
Sedangkan Linda masih menunggu dan berharap Rossi membalas pesannya. Tapi selalu saja jika ponselnya berbunyi bukan pesan dari Rossi tetapi dari Marc.
Setelah menunggu hampir 2 jam lamanya, Linda sudah menyerah dan pasrah. Akhirnya dia membalas pesan-pesan dari Marc.
***
Beberapa hari kemudian......
Rossi bingung kenapa Linda tidak menghubungi dirinya. Biasanya walaupun Rossi tidak membalas pesan dari Linda tetap saja Linda berusaha menghubungi Rossi. Tak peduli dibalas atau tidak, setidaknya Linda menunjukan kepada Rossi jika ia sedang berusaha mempertahankan hubungannya.
Aku sudah capek! Aku mau mempertahankan hubungan kita, tapi apakah kamu juga mau mempertahankan hubungan kita? Sms aku aja tidak di balas, apalagi mempertahankan hubungan -- batin Linda
Linda merasa kesepian, ada kalanya dia juga merasa jenuh. Dia sudah pasrah akan hubungannya, ia selalu mencoba mempertahankan hubungannya tetapi menurutnya ia tidak mendapatkan respon dari Rossi.
Kali ini terserah
Sosok Rossi yang dulu selalu ada buat Linda kali ini sudah di gantikan oleh Marc. Sahabat Rossi sendiri. Sebenarnya sejak Rossi bertengkar dengan Harry, Linda selalu cerita kepada Marc permasalahan yang di hadapinya begitupun dengan Rossi.
Linda kali ini merasa nyaman kepada Marc, ia juga cerita kepada Marc hubungannya dengan Rossi serenggang apa sekarang.
Siapa sih yang enggak mau sama kamu? Aku aja naksir sama kamu waktu pertama kali ketemu, apalagi dia. Marc? Sama aja kayak kamu. Dia ganteng. Cewek siapa yang enggak naksir sama dia, apalagi s-a-m-p-a-i di ajak jalan begitu.
Kata-kata Rossi masih teringat baik oleh Linda.
***
Sekarang kalau aku sms Linda selalu di balas. Apa dia memang sudah berubah fikiran dan untuk mengakhiri hubungannya sama Rossi? -- batin Marc.
Ya. Linda sekarang merespon Marc jika dia menghubungi Linda. Sebenarnya Linda begitu karena ia merasa kesepian. Marc sangat mencintainya, semua berawal dari...
2 tahun yang lalu....
Ketika itu Rossi dan Linda berlibur ke Disney Land. Tiba-tiba ia bertemu dengan Marc dan Alex.
Marc berlibur ke Disney Land bersama kedua orang tuanya dan adiknya.
Mereka berjalan-jalan mengelilingi Disney Land sedangkan kedua orang tuanya duduk karena kelelahan sambil menikmati pemandangan sekitar.
"Eh kak itu kak Rossi kan?" tanpa sengaja Alex melihat Rossi dan Linda, Alex menunjuk mereka.
"Oh iya, samper yuk.." balas Marc.
"Oh iya, samper yuk.." balas Marc.
Mereka menghampiri Linda dan Rossi dengan berlari.
"Rossi......." teriak Marc dari kejauhan dengan muka penuh kebahagian. Rossi.menggelengkan kepalanya.
"Eits.. Ini siapa Ros?" kata Marc. "Oh iya kenalin ini Linda pacar aku" balas Rossi sambil nyengir.
"Linda ini Marc, ini Alex" lanjutnya memperkenalkan satu satu.
"Hallo.." mereka berkenalan dan bersalaman.
"Oh jadi ceritanya pacar baru nih.." ucap Marc tertawa. "Hahaha, jelas." balasnya. "Oh iya kalian kesini juga? Sama siapa?" lanjutnya.
"Sama keluarga kak, kalau kakak?" balas Alex. "Mama sama papah kamu kemana? Berdua doang, hahaha" kata Rossi.
"Lagi duduk , katanya sih capek. Biasalah faktor kak.." balas Alex dengan muka tanpa dosa.
"Oh iya, kok mau Lin sama si Rossi? Hahahaha" kata Marc tertawa. "Parah banget ngetawain kamu Ros" balasnya.
"Ye, dasar jones. Susah kalau ngeliat orang pacaranmah. Kerjaannya iri" kata Rossi sambil merangkul Linda.
"Aku bukan jones, aku jomblo keren hahaha. Eh yaudah deh kita masih mau jalan-jalan lagi. Bye Ros, bye Lin" kata Marc.
Dari situ awalnya Linda dengan Marc berkenalan. Rossi dan Marc sudah sahabatan sejak lama. Setiap mereka bertemu,bermain bersama ataupun jalan-jalan pasti Rossi membawa Linda ikut bersamanya.
Dan semenjak itulah Marc dan Linda dekat, dari situlah Marc menyukainya. Perempuan yang cantik, pintar, humble, asik itu adalah ciri perempuan idaman Marc, dan sifat itu semua ada pada diri Linda.
Tapi Marc tersadar Linda sudah menjadi milik orang lain lebih tepatnya milik sahabatnya. Selama ini Marc hanya mencintai Linda diam-diam tanpa sepengetahuan satu orangpun yang tau. Dan sekarang adalah waktu yang tepat.
Hubungan Rossi dan Linda saat ini lost contact dan rencana Rossi menyelidiki Rossi dan Linda akan segera di lakukan.
***
"Lex temenin kakak ke mall yuk" kata Marc masuk ke kamar Alex. Alex yang sedang asyik main PS di kamarnya.
"Ngapain?" tanyanya. "Udah ikut aja nanti juga kamu tau kakak mau ngapain" balas Marc. "Aku mau beli sepatu olahraga. Kebetulan sepatu olahraganya udah rusak. Sekalian beliin ya kak" bujuk Alex.
"Kebiasaan ada maunya kan. Yaudah kakak beliin sekarang ganti bajunya , kita langsung pergi" kata Marc. "Yeaay. Aku cinta kamu kak" balas Alex girang.
Alex mengganti bajunya dengan semangat. Setelah itu mereka pergi ke mall.
Sesampainya mereka ke mall, Marc mengajak Alex ke toko perhiasan.
"Kak? Kok kita ke sini? Kan ulang tahun mama masih lama" tanya Alex. "Bukan buat mama, tapi buat yang lain" balasnya.
"Buat siapa kak?" Alex merengek. "Ih kepo amat, kalau kamu kepo terus kakak enggak beliin sepatunya ya" kata Marc.
"Eh iya iya aku enggak kepo lagi" balasnya.
Marc meminta pendapat Alex mana cincin yang paling bagus. Tak peduli harganya berapa demi buat orang yang di cintainya.
Semoga dia suka -- batin Marc.
"Terima kasih pak, selamat datang kembali" kata petugas perhiasan tersebut.
Setelah dari toko perhiasan mereka langsung menuju ke toko olahraga. Alex memilih sepatu kesukaannya.
"Kak ini aja ya" kata Alex menunjukan sepatunya."Bagus gak kak?" lanjutnya.
"Bagus kok bagus" balas Marc.
"Bagus kok bagus" balas Marc.
"Mas, ini berapa ya?" tanya Marc kepada salah satu petugas toko itu. "2.500.000 pak" balas petugas tersebut.
"HAH?" sontak Marc kaget sambil menelan cairan yang ada di mulutnya. "Saya tinggal dulu ya pak" kata tugas tersebut. Marc menangguk.
"Eumm.. Ini gak ada yang lain? Ini misalnya juga bagus kok" kata Marc menunjukkan kepada Alex sepatu yang dimaksud.
"Ah gak mau, maunya yang ini aja. Yang kakak pilih keliatan murahnya" balas Alex.
Marc geleng-geleng kepala.
"Ayolah kak.... Beliin sih. Kakak beli cincin itu aja mahal banget, buat aku aja gak mau padahal sepatu sama cincin itu murahan sepatu ini" lanjutnya membujuk kakaknya.
"Iya iya kakak beliin,ukurannya udah pas?" balasnya. "Udah kok" kata Alex.
Marc menuju ke tempat kasir dan membayar sepatunya.
"Makasih ya kak. Emang kakak yang paling baik sedunia" kata Alex memuji. "Whatever, giliran berantem dibilang jahat. Giliran beliin kamu sesuatu bilangnya kakak yang paling baik. Memang labil dirimu" balasnya.
Setelah dari situ mereka menuju ke parkiran dan segera pulang.
***
Besoknya...
Marc sebelumnya mengajak Linda untuk berjalan-jalan di Venesia - Italia. Tempat yang indah dan bersuasana romantis. Tak lupa pula ia membawa sebuah cincin yang di beli bersama adiknya.
Marc bersiap-siap untuk menjemput Linda, dengan berpakaian yang simple tapi terlihat elegant.
Semoga hari ini aku sukses -- batin Marc melihat cermin.
Marc mengambil mobilnya dan langsung menuju kerumah Linda.
Sepanjang tadi Linda terus berdiri di depan cermin memandangi dirinya. Dulu biasanya, jika dia pergi jalan-jalan selalu di temani oleh Rossi. Status hubungan mereka tidak jelas alias menggantung.
Sampai kapan kita begini? Mungkin kamu emang udah lupa -- batin Linda.
tintin....
Marc berada tepat di depan rumah Linda. Dia keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Linda.
Marc berada tepat di depan rumah Linda. Dia keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Linda.
toktoktok...
Linda langsung keluar dan tersenyum kepada Marc.
Linda langsung keluar dan tersenyum kepada Marc.
"Hallo Linda" kata Marc tersenyum kepadanya dan matanya menunjukan kalau ia mencintainya. Linda hanya tersenyum.
"Sekarang kita mau kemana?" tanyanya. "Adadeh, sekarang kamu masuk dulu ke mobil. Kita langsung berangkat" balas Marc. Ia mengandeng tangan Linda untuk masuk ke mobil, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Linda.
"Silahkan masuk" kata Marc sambil tersenyum. "Terima kasih" balas Linda dan membalas tersenyum kepada Marc.
Di saat yang bersamaan ....
Rossi hari ini menyelidiki kegiatan apa yang dilakukan oleh Marc. Rossi bangun dari tidurnya , ke kamar mandi, ganti baju dan langsung berangkat menggunakan mobil rental yang sebelumnya di pesan oleh Rossi. Tanpa sarapan terlebih dahulu.
Pertama, Rossi melewati rumah Marc dan ternyata tidak ada mobilnya, firasat Rossi mengatakan jika dia berjalan-jalan dengan pacarnya itu.
Lin kamu lagi dimana? Jalan yuk.
Kapan-kapan aja ya, oh iya udah dulu ya Marc.
Lalu Rossi menuju rumah Linda, dari kejauhan terlihat mobil Marc yang parkir di depan rumah Linda. Rossi berhenti sekitar 15 meter jarak dari rumah Linda ketempat dia berhenti.
Ia juga melihat ketika Marc menggandeng Linda, membukakan pintu mobil untuknya. Semua tampak jelas dari sini.
Ia juga melihat ketika Marc menggandeng Linda, membukakan pintu mobil untuknya. Semua tampak jelas dari sini.
Memang benar firasatku selama ini -- batin Rossi.
Rossi selalu melihat gerak-gerik yang dilakukan Marc dan Linda. Ketika mobil Marc jalan, Rossi mengikutinya dari belakang mobilnya.
Suasana di mobil Marc....
Marc menyetel radio yang ada di mobilnya. Sepanjang perjalanan, mereka mendengarkan lagu yang diputar di radio.
I can see it in your eyes, i can see it in your
smile.
smile.
You're all I've ever wanted and my arms are
open wide.
cause you know just what to say and you know
just what to do
And I want to tell you so much
I love you
Tiba-tiba lagu itu diputar, langsung Marc melihat Linda. Marc sangat bahagia kali ini. Dia bisa jalan berdua bersama wanita yang sudah lama di cintainya.
Kemudian Linda tertidur Marc memandanginya dengan tersenyum.
"Aku cinta kamu Lin" kata Marc mengelus rambutnya.
"Aku cinta kamu Lin" kata Marc mengelus rambutnya.
***
Setelah hampir 2 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di Venesia, Rossi masih terus mengikuti mobil Marc dari belakang.
Mereka menuju ketempat paling populer di Venesia dan selalu di kunjung oleh wisatawan atau pengunjung lainnya.
"Lin bangun udah sampai" Marc membanguni Linda yang masih tertidur.
"Hah? Apa?" Linda terbangun masih setengah sadar. "Ayo kita udah sampai" ucapnya.
"Hah? Apa?" Linda terbangun masih setengah sadar. "Ayo kita udah sampai" ucapnya.
Mereka keluar dari mobil. Rossi juga keluar dari mobil menggunakan jaket dan membawa kacamata hitam.
"Lin naik perahu yuk" ucap Marc sambil menunjuk salah satu orang yang naik perahu.
"Takut jatoh Marc.." balasnya. "Enggak mungkin kamu jatoh, aku bakalan lindungin kamu" ucap Marc. Linda tersenyum kecut.
"Iya, oke" balasnya.
"Hmm yaudah. Kamu tunggu disini ya. Aku beli tiketnya dulu" lanjutnya.
Marc kemudian ke tempat pembelian tiket untuk menaik perahu.
"Untuk berapa orang pak?" kata petugas tersebut. "2 orang" balasnya.
"Ini pak tiketnya" kata petugas itu memberikan tiketnya.
"Untuk berapa orang pak?" kata petugas tersebut. "2 orang" balasnya.
"Ini pak tiketnya" kata petugas itu memberikan tiketnya.
"Ayo kita kesana" ucap Marc merangkul Linda. Mereka berjalan menuju perahu yang dipesannya, Marc membantu Linda ketika menaik perahu supaya tidak jatuh.
Perahu mereka mulai berjalan, ada orang yang mendayung perahu mereka.
Mereka terkesan dengan pemandangan yang ada di Venesia itu.
Mereka terkesan dengan pemandangan yang ada di Venesia itu.
Marc merogoh cincin yang di simpan di kantung celananya, ingin mengambilnya tapi ragu. Dia memandangi Linda dan memegang tangannya.
"Eh?" Linda kaget. Marc makin erat memegang tangannya.
"Kamu inget gak waktu awal kita ketemu?" tanyanya tersenyum kepada Linda.
"Kamu inget gak waktu awal kita ketemu?" tanyanya tersenyum kepada Linda.
"Inget, waktu di disney land kan?" balasnya. "Waktu itu kamu suka ikut pergi sama Rossi keacara apapun. Sebenernya...." ucapnya Ragu.
"Sebenernya waktu itu aku mulai suka sama kamu Lin. Tapi aku sadar kamu itu pacar Rossi, udah 2 tahun aku cinta sama kamu" lanjutnya.
Linda terdiam dan tangannya masih dipegang oleh Marc.
Sabar, ada waktunya kok Ros! -- batin Rossi sambil melihat Linda dan Marc berpegangan tangan.
Marc mengeluarkan cincin yang ada di kantungnya.
"Aku cinta sama kamu Lin, kamu mau enggak jadi pacar aku?" ucapnya sambil memberikan cincin itu kepada Linda.
Linda sangat bingung. Dia masih punya hubungan dengan Rossi walaupun hubungan mereka tidak jelas dan dia masih mencintainya. Linda sayang kepada Marc tapi bukan cinta.
"Eumm.... Aku pikir-pikir dulu ya" balas Linda mengembalikan cincinnya.
"Sampai kapanpun aku bakal nunggu jawaban dari kamu Lin. Aku cinta kamu. Aku janji aku akan menjaga kamu, menemani kamu kapanpun tanpa kamu suruh" ucap Marc seketika memeluk Linda dengan erat.
Linda membalas pelukan dari Marc, dia menangis di bahu Marc.
"Kamu jangan nangis ya" kata Marc menghapus air mata Linda. Linda memeluknya dengan erat.
Tak terasa mereka sudah kembali di tempat semula setelah berkeliling menggunakan perahu, Rossi menghampiri Linda dan Marc dan menunggu mereka turun dari perahunya.
Marc dan Linda turun dari perahu dengan berpegangan tangan. Rossi menghampirinya dan...
To be continued
Dan apa hayooo? jangan lupa saksikan terus hanya di blog ini. Maaf jika gaje ceritanya

AHAYYDEUH SETELAH NGEBUJUK BACA DARI DUA HARI YANG LALU AKHIRNYA POS JUGA. NYARIS KERING INI MATA KAGAK BACA FF BHAAK. part selanjutnya kudu cepet post oke bhay
ReplyDelete