Saturday, 20 September 2014

Because I'm Jealous #3









"Marc, kayaknya itu Linda deh tapi dia sama siapa ya?" ucap Rossi.
"Mana?" balas Marc. "Itu.." kata Rossi menunjuk Linda dari belakang.

"Dari pada penasaran ayo kita samper aja" kata Marc.

Marc dan Rossi membuktikan rasa penasarannya jika itu Linda, mereka menghampiri Linda.

"Linda..?" kata Rossi. "E.....Eh Rossi, Marc kalian ngapain kesini?" balas Linda gugup.
"Oh jadi kerjaan kalian seperti ini di belakang aku, suka jalan berdua iya Lin?" kata Rossi mengepal tangannya.

"Kamu salah paham Ros! Kita kesini enggak berdua, kita bertiga sama Evelyn" kata Harry. "Bertiga kata kamu? Kamu enggak bisa hitung atau gimana sih? Jelas-jelas kalian berdua doang!" balas Rossi.

"Ros, sabar dulu" kata Marc. "Sabar? Enak banget kamu ngomong sabar dalam kondisi seperti ini. Iya memang gampang ngomong sabar tapi mempraktikannya susah" balas Rossi.

Ngapain Linda sama Harry kesini berdua doang, apa mereka punya hubungan? -- batin Marc.

"Rossi, kita emang bertiga sama Evelyn tapi dia lagi di toilet. Dia suruh kita ke tempat mainan dulu nanti dia nyusul" kata Linda menjelaskan.

"Ke toilet? Mana?MANA LINDA?! Kalau dia ke toliet seharusnya dia udah keluar dari tadi" balas Rossi teriak.

Pengunjung yang lain memperhatikan mereka yang sedang ribut.

***

Aduh lama banget sih -- batin Evelyn melihat jam yang ada di tangannya.

Dari tadi Evelyn belum masuk ke toilet karena mengantri. Evelyn khawatir Linda dan Harry menunggu lama hanya karena dia.

***

"Rossi, bisa enggak sih kamu ngomong pelan dikit. Enggak enak di lihatin banyak orang" ucap Harry.

"Enggak enak di lihatin banyak orang? Aku lebih enggak enak lihat kamu jalan berdua sama Linda yang berstatus pacar bahkan tunangan orang" balas Rossi.

"Tunangan? Kamu udah tunangan sama Linda?" tanya Harry kaget.
"Nah gini tanda-tanda masih menyayangi mantannya. Suka kepengen tahu apa yang mantannya lakukan" balas Rossi.

Marc mulai risih melihat mereka ribut di tengah keramaian.

"Hmm.. Okay gini deh ya dari pada ribut disini terus di lihatin banyak orang mending kita ke restoran kita omongin masalah ini baik-baik. Gimana?" saran Marc.

"Iya aku setuju sama Marc" balas Linda.
"Yaudah ayo!" ucap Marc.

Marc,Linda,Harry dan Rossi menuju ke restoran untuk membicarakan permasalahan ini tanpa ada keributan.

Sebelum mereka sampai ...

"ROSSI!!!" teriak fans Rossi sambil mengejar Rossi.
Rossi tersenyum...

"Aku minta tanda tangan, minta foto , minta cium" ucap fansnya.

Rossi melayani permintaan fansnya walaupun dalam keadaan marah akibat Harry dan Linda.
"Thank you Rossi" ucap fansnya sambil mencium rossi dan langsung lari.

***

Mereka langsung menuju restoran dan menempati meja yang kosong.

"Mau pesan apa?" ucap pelayan tersebut.
"Jus melon 4" balas Marc. "Itu saja?" ucap pelayan. Marc mengangguk dan pelayan meninggalkan mereka.

"Sekarang jelasin deh sejujur - jujurnya jangan ada yang ditutup-tutupi" kata Marc memulai pembicaraan.

"Tadi itu kita udah jujur Marc, enggak ada yang ditutup-tutupi sama kalian" balas Linda.

"Kalau kalian benar sama Evelyn kenapa kalian duluan? Emang kalian enggak kasihan sama dia sendiri jalan gitu? Mall ini kondisinya sedang ramai dia juga bingung cari kalian. Kalau cari alasan yang logis dikit dong!" ucap Rossi sedikit tenang.

"Kan kita janjian di tempat mainan Ros dia gak mungkin bingung cari kita" balas Harry. "Saya tahu, tapi tempat mainan ini juga luas coy ramai lagi ini bukan hari biasa tapi hari weekend" ucap Rossi.

"Yatuhan.." sontak Harry sambil memegangi kepalanya.

"Ya tuhan kenapa? Makanya kalau kalian mau jalan berdua mikir dulu dong! Disini itu mall, jadi orang bisa kesini kapan aja yang dia mau. Begitupun nanti kalau ada temen-temen saya yang ngeliat kalian terus tiba-tiba dia ngelapor ke saya kalau kalian jalan berdua" balas Rossi.

Linda mengambil ponselnya untuk menghubungi Evelyn.

***

Suara ponsel Evelyn berbunyi sedangkan ia masih menunggu orang yang ada di dalamnya untuk keluar dan baru dia bisa masuk ke toilet.

Evelyn mengecek ponselnya.

Evelyn kamu ada dimana? Cepet ke sini dong! Aku ada di restoran.

"Aduh lama banget sih ini orang!" kata Evelyn menghentak-hentakkan kakinya.
Evelyn ingin balas sms dari Linda tapi sedang tidak ada jaringan di toilet.

***

"Permisi" pelayan tersebut mengantarkan pesanan yang dipesan oleh Marc.
"Terima kasih" balas Marc.

Pelayan tesebut meninggalkan mereka.

Rossi melihat jam yang ada ditangannya. 
"Kalau Evelyn ikut pergi sama kalian seharusnya dia udah datang dong kesini. Iya kali ke toilet sampai berjam-jam" ucap Rossi.

"Kita tunggu 5 menit lagi. Kalau Evelyn yang kata kalian sedang ada di toilet belum datang juga kesini, aku sama Rossi pulang!" kata Marc.
"Bukan belum datang Marc! Tapi emang dia enggak ada kok" balas Rossi.

***

Akhirnya nih orang keluar juga -- batin Evelyn.

Setelah selesai Evelyn terburu-buru keluar dari toilet. Sedangkan di luar toilet sangat ramai sekali yang mengantri.

"Aduh.. Permisi dong, permisi!!" kata Evelyn sambil menuju keluar.

***

"2 menit lagi" kata Rossi melihat jam tangannya.

Linda sangat tegang, ia sms Evelyn kembali.

Evelyn kamu dimana sih lama banget!

Evelyn menerima sms dari Linda. Evelyn bingung ia berada di restoran mana? Sedangkan disini restoran sangat banyak.

Kamu ada di restoran mana?

Akhirnya dia bales juga -- batin Linda
Ada di restoran Rialosa.

Mereka semua diam, Rossi dan Marc menghabiskan minuman yang di pesannya. Sedangkan Linda dan Harry belum menyentuh minuman tersebut sama sekali dan muka mereka sangat  pucat karena tegang.

***

Rialosa? Rialosa? Nah itu dia -- batin Evelyn sambil berlari menuju restoran tersebut.

"Sudah 5 menit, Marc ayo kita pulang" kata Rossi sambil berdiri.
"Tunggu sebentar Ros! Dia dateng kok percaya sama aku" balas Linda berdiri dan meraih tangan Rossi.

"No!" balas Rossi melepaskan tangan Linda dan pergi meninggalkannya.

Rossi dan Marc meninggalkan Harry dan Linda, Rossi dan Marc tidak mengenal Evelyn padahal sebelum mereka keluar dari restoran mereka berpapasan dengan Evelyn sedangkan Evelyn tidak melihat Rossi dan Marc karena ia sibuk mencari keberadaan Linda dan Harry.

Evelyn datang

"Evelyn?" kata Linda. "Shit! Kenapa enggak dari tadi?" ucap Harry.

"Tadi ramai terus ngantri jadi lama. Sorry ya udah nunggu lama, oh iya kok kalian pucat? Ada apa? Terus ini kok ada 2 gelas, emang tadi ada siapa?" balas Evelyn.

Linda dan Harry hanya diam.

"Loh kok diem sih? Jawab dong!" lanjutnya. "Tau ah , udah ah aku pulang duluan" ucap  Linda. "Kok kamu gitu sih Lin? Enggak jadi bantuin?" balas Harry.

"Tau ah, lain kali aja" ucap Linda meninggalkan Evelyn dan Harry.

Evelyn hanya diam tak mengerti apa yang terjadi selama ia dikamar mandi.

"Ini ada apasih sebenernya?"tanya Evelyn. "Udah yuk ah pulang aja" balas Harry menarik tangan Evelyn untuk masuk ke mobil.

"HARRY! PELAN-PELAN DONG!" teriak Evelyn. "Kamu sih lama jalannya kayak siput" balas Harry.

Harry dan Evelyn menuju ke parkiran mobil dan segera pulang.

***

"Taksi-taksi" teriak Linda memanggil taksi.

Linda pulang menggunakan taksi, di sepanjang perjalanan pulang ia menghubungi Rossi dan tak ada jawaban dari Rossi.

Rossi salah paham! Iya, Linda takut kesalahpahaman itu hubungan antara ia dengan Rossi berakhir. Linda mencoba - coba lagi menghubungi Rossi dan lagi-lagi tak ada satupun jawaban dari Rossi, dan Linda rasa Marc adalah orang yang tepat untuk menanyakan keadaan Rossi.

Kring......Kring......
Ponsel Marc berbunyi.

Hallo Marc -- Linda.
Hallo Lin, ada apa? -- Marc.
Kamu lagi sama Rossi? -- Linda.

Sejenak Marc bertanya kepada Rossi.

"Ros, si Linda nelpon terus nanya aku lagi sama kamu apa enggak. Aku bilang iya apa enggak?" tanya Marc berbisik.
"Bilang aja iya" balas Rossi.

Marc melanjutkan pembicaraannya.

Linda? Iya Rossi lagi sama aku -- Marc
Hmm.. Boleh dikasih enggak ponsel kamu ke Rossi? Aku pengen ngomong sama dia -- Linda

Lagi-lagi Marc menanyakan kembali kepada Rossi.

"Linda mau ngomong nih, gimana mau enggak?" tanya Marc sambil memberi ponselnya kepada Rossi.
"Enggak! Bilang aja lagi sibuk" balas Rossi.

Katanya enggak mau Lin -- Marc.
Kenapa? -- Linda.
Lagi sibuk -- Marc.
Sibuk? Sibuk ngapain? -- Linda.

"Ros aku harus bilang apa? Kamu lagi sibuk ngapain?" tanya Marc pelan-pelan.
"Taulah terserah kamu aja" balas Rossi.

Hallo Linda... Hmmmm Rossi nya lagi tidur -- Marc.
Tidur? Tadi katanya sibuk -- Linda.

Marc diam bingung mencari alasan apalagi yang tepat.

Yaudah deh Marc makasih ya, bye -- Linda langsung menutup ponselnya.

Marc dan Rossi sedang berada di rumah Marc. Ia menggelengkan kepalanya.

"Ros Ros... Aku kayak apaan aja sih tadi" ucap Marc mengeluh.
"Emang kayak apaan?" balas Rossi. "Tau ah.." ucap Marc.
"Yaudah deh Marc aku balik ya" ucap Rossi. "Lah? Cepet amat" balas Marc.
"Masih banyak urusan , makasih ya Marc bye.." ucap Rossi.

Rossi langsung pulang kerumahnya!

***

Linda sampai di depan rumahnya, ia langsung masuk ke kamar dan merenungkan kesalahannya.

Emang benar yang dikatakan Rossi, seharusnya aku juga enggak duluan ke tempat mainan tadi. Gara-gara salah paham aku enggak mau terjadi apa-apa sama hubungan kita -- batin Linda.

Linda memikirkan sesuatu apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki hubungannya dengan Rossi. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Evelyn untuk datang kerumahya.

***

BRAK!

Pintu rumah Rossi terbuka lebar dan dibiarkan pintunya tidak ditutup.

"PELAN-PELAN DONG KAK!!" teriak Luca dari kejauhan langsung menghampiri Rossi.
"Lah kenapa lagi ini orang, astaga sering banget nih orang begini!" lanjutnya. "Udah anak kecil diem aja" balas Rossi duduk di sofa.

"Anak kecil? Aku udah dewasa kak umur aku udah 17 tahun. Kalau anak kecil umurnya 1-5 tahun" ucap Luca. 

"Kenapa? Berantem lagi sama kak Linda? Cerita dong!" lanjutnya.
"Apaansih anak kecil kepo" balas Rossi langsung masuk ke kamarnya.

***

Ponsel Evelyn berbunyi, iya.. Linda sms Evelyn untuk datang kerumahnya.

Ada apa ya?-- batin Evelyn.

Evelyn keluar dari rumah dan menunggu taksi lewat di hadapannya. Di sepanjang perjalanan menuju rumah Linda ia memikirkan apa yang terjadi sebenarnya di mall tadi. Muka Linda dan Harry pucat, lalu ada 4 gelas 2 gelas punya Harry dan Linda 2 gelasnya lagi ?

***

Linda bersiap-siap untuk pergi ke rumah Harry membawa mereka sebagai saksi supaya Rossi percaya dan tidak salah paham lagi.

toktoktok...

Linda membukakan pintunya. "Lin? Mau kemana?" tanya Evelyn melihat Linda berpakaian rapih.
"Udah yuk ikut aku!" balas Linda.

Linda mengeluarkan mobilnya dari garasi dan Evelyn masuk ke mobilnya, mereka menuju ke rumah Harry selama di perjalanan Linda menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di mall antara dia, Harry, Rossi dan Marc.

"Astaga.. Pantes tadi kalian pucat" ucap Evelyn kaget. "Terus sekarang mau kemana?" lanjutnya.
"Kita kerumah Harry terus habis itu ke rumah Rossi, makanya kamu aku ajak supaya kamu sama Harry ngejelasin apa yang sebenarnya terjadi dan kamu tadi ikut aku ke mall bertiga bukan hanya berdua" balas Linda.

toktoktok....

"Harry.." ucap Linda sambil mengetuk pintunya.
"Linda? Ada apa Lin?" balas Harry membukakan pintunya. "Ikut aku!" ucap Linda.

"Mau kemana? Buru-buru banget" balas Harry. "Astaga banyak nanya ya, udah langsung ikut aku!" ucap Linda sedikit teriak. "Iya iya" balas Harry.

Mereka masuk kedalam mobil.

"Ada Evelyn juga?" ucap Harry. "Oh aku tahu apa tujuan kamu, kamu mau menjelaskan kepada Rossi apa yang sebenarnya terjadi kan?" lanjutnya.

"Yes, you're right!" balas Linda. "Tapi enggak minta maaf kan?" ucap Harry. "Ya sekalian lah! Gara-gara kamu jugakan hubungan aku jadi berantakan" balas Linda.

"LINDA! Gengsi kali" ucap Harry. "Gengsi-gengsi makan tuh gengsi" sontak Evelyn.

CIT....

Tiba-tiba Linda berhenti mendadak, ia langsung meraih ponselnya dan menelpon Marc.

Hallo Marc, sekarang juga bisa ke rumah Rossi enggak? -- Linda langsung to the point.
Sekarang? Bisa kok -- Marc.
Oke sampai bertemu disana -- Linda

"Kok ajak Marc juga?" tanya Harry

"Dia sebagai penengah dan netral enggak ada di pihak manapun. Kalau kita ceritain yang sebenarnya terjadi pasti Marc juga belain kita dan pasti nasihatin Rossi. Marc itu deket banget sama dia, jadi apa-apa kalau yang berurusan dengan Rossi aku minta tolong dia" balas Linda.

"Oh oke" balas Harry singkat.

Sesampainya mereka di rumah Rossi...

toktoktok.....

"Sebentar" teriak Stefania dari dalam rumahnya. "Eh Linda" ucap Stefania. "Ini bawa siapa aja?" lanjutnya.

"Oh iya mom kenalin ini Harry sama Evelyn" kata Linda. "Oke, yaudah masuk dulu" balas Stefania.
Stefania mengetuk pintu kamar Rossi.

"Ros, keluar dong" ucap Stefania. "Males ah" balas Rossi.
"Ada yang mau ketemu kamu nih" kata Stefania. Rossi keluar dari kamarnya.
"Siapa ?" kata Rossi. "Ada Linda sama temennya katanya sih nama temennya Harry sama Evelyn" balas Stefania

Yailah dia lagi dia lagi yang datang, gak cukup apa tadi di mall -- batin Rossi.

"Yaudah suruh masuk aja ke kamar aku" kata Rossi.

Sebelumnya Marc juga sudah sampai dirumah Rossi ia melihat ada mobil Linda dan pintu rumahnya terbuka. Marc langsung masuk kerumahnya.

"Lin? Rossi mana?" tanya Marc yang baru sampai. "Lagi dipanggil sama mamanya" balas Linda.

Stefania datang..

"Eh ada Marc juga, yaudah langsung masuk aja ke kamar Rossi" kata Stefania.
"Terima Kasih bu" balas Marc.

Mereka langsung masuk ke kamar Rossi.

"Ros.." kata Linda menghampiri Rossi. "Mau ngapain lagi kesini? Enggak cukup tadi di mall udah buat aku kecewa?" balas Rossi.

"Ros disini kita mau menjelaskan semuanya" kata Harry. "Iya Ros, aku udah diceritain kejadiannya sama Linda" sahut Evelyn.

"Tadi aku ikut sama Linda sama Harry benar yang dikatakan sama Linda ke kamu kalau aku ke toilet" ucap Evelyn.

"Terus kenapa bisa lama begitu?" balas Rossi.
"Jadi di toilet itu lagi ngantri sampai Linda sms aku dua kali. Aku mau bales tapi jaringannya lagi enggak ada" lanjut Evelyn sambil menunjukkan sms Linda kepada Rossi.

"Iya Ros, jadi aku mohon kamu jangan salah paham terus sama aku. Tenang, aku udah enggak cinta sama tunangan kamu" kata Harry.

"Terus kalian ngapain kesana?" tanya Rossi.

Harry ragu menjawab pertanyaan dari Rossi karena Evelyn berada disini dan ia tidak mau rencananya berantakan.

"Harry minta bantuan aku supaya..." kata Linda sedikit ragu dan melirik ke arah Harry. Harry mengerti apa yang Linda maksud dan dia mengangguk.

"Supaya dia bisa dapetin Evelyn"lanjutnya.

Sontak Evelyn sangat kaget ketika Linda berkata seperti itu.

"Oh.. Oke" balas Rossi singkat. Linda menyikut Harry pelan-pelan untuk meminta maaf kepada Rossi.

"Oh iya Ros, maafin aku ya dari awal di restoran itu kita ketemu sampai sekarang. Gara-gara aku juga hubungan kalian jadi berantakan" ucap Harry sedikit gengsi.

"Maafin juga ya udah salah paham" balas Rossi. "Cie udah baikkan hahaha, eh yaudah ayo kita pulang" kata Marc.

Mereka keluar dari rumah Rossi dan di temani sang pemilik rumahnya.

"Mom aku pulang dulu ya" teriak Linda dari luar. "Hati-hati ya sayang" balas Stefania.
"Hati-hati ya Lin" ucap Rossi mencium pipi Linda. "Iya Ros" kata Linda membalas mencium Rossi.

Sabar kan aku... -- batin Marc.

***

Semejak kejadian itu hubungan antara Linda dan Rossi menjadi makin baik dan makin Romantis dan hubungan Rossi dengan Harry membaik.

Rossi mengajak Linda berjalan-jalan ke Florence - Italia untuk refreshing setelah mereka sempat bertengkar akibat Harry.



Sekitar 1 Minggu ia berada disana.

Sebelum itu...

Kring....Kring.....
Ponsel Linda berbunyi, saat itu Linda sedang berada di supermarket untuk membeli makanan tetapi ia lupa membawa ponselnya.

Marc Nelpon? -- batin Rossi bertanya.

Rossi tidak mengangkat telepon dari Marc, dan Marc menghubungi kembali. Rossi mengangkat telpon dari Marc.

Hallo Linda -- Marc
Rossi hanya diam.
Lin kamu lagi dimana? Jalan yuk -- Marc

Mendengar Marc seperti itu Rossi langsung mematikan teleponnya dan mematikan ponselnya.

Rossi...  Kamu jangan negatif thinking lagi, enggak mungkin Marc seperti itu. Dia sahabat kamu Ros, enggak mungkin... enggak mungkin... -- batin Rossi.

Marc bingung kenapa Linda hanya diam ketika ia berbicara? Ia mencoba menghubungi kembali.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi

"Tadi aktif sekarang enggak aktif? Aneh banget" ucap Marc berbicara sendiri.

Linda datang setelah berbelanja dari supermarket.
Rossi menatap Linda dengan tatapan tidak seperti biasanya, tapi ia mencoba untuk tenang dan berfikir positif thinking.

"Ros, kok kamu lihatin aku begitu banget" ucap Linda menaruh barang-barangnya ke meja.
Linda mengambil ponselnya.

"Ros kok ponsel aku mati ya?" tanya Linda sambil menyalakan kembali ponselnya itu.
"Mana aku tahu" balas Rossi.

Linda mengecek ponselnya dan ternyata Marc menghubunginya.
Marc menelpon Linda kembali,sekarang ponselnya aktif.

Kring...Kring....
Mata Rossi langsung tertuju kepada Linda. Linda mengangkat telepon dari Marc.

"Bentar ya Ros" ucap Linda berjalan sedikit lebih jauh dari Rossi.

Hallo Marc, kenapa? -- Linda.
Kok tadi aku telepon kamu gak ada suaranya tapi terhubung ke kamu -- Marc.
Telpon? Aku tadi lagi di supermarket, ponsel aku ketinggalan dikamar -- Linda.
Kok aneh ya? Kamu sekarang lagi dimana Lin? -- Marc.
Lagi di florence -- Linda.
Sama siapa? -- Marc.
Sama Rossi, kenapa emangnya? -- Linda.
Yah, padahal aku mau ngajak kamu jalan -- Marc.
Kapan-kapan aja ya, oh iya udah dulu ya Marc, bye.. -- Linda.

Rossi mendengarkan pembicaraan Linda dengan Marc ketika Linda mengakhiri pembicaraannya Rossi berpura-pura duduk di sofa.

"Siapa Lin?" tanya Rossi berpura-pura tidak tahu. "Marc" balas Linda.
"Ngapain? Kok jauh banget nelponnya kenapa enggak disini aja?" ucap Rossi.
"Ngajakin jalan katanya sih tapi gak tahu juga mau ngapain, emang salah ya?" balas Linda.

"Yaudah deh jangan berantem lagi ya kan mau liburan aku enggak mau liburannya terganggu gara-gara begini" lanjutnya duduk di samping Rossi dan menyandarkan kepalanya di bahu Rossi.
Rossi percaya Marc tidak akan bertingkah seperti apa yang dia fikirkan. Rossi mengelus kepala Linda dan mencium keningnya.

***

Mereka kembali ke Tavullia menggunakan kereta express, sebelumnya Marc menanyakan kepada Linda kapan dia pulang dan menggunakan apa dia pulang kesini.

Ketika mereka sampai di Tavullia Marc sudah berada di stasiun tersebut, Marc melihat Rossi dan Linda dari kejauhan dia langsung menghampiri mereka dan tiba-tiba langsung memeluk Linda
.
"Hai Lin.." kata Marc memeluk Linda.

Sontak Rossi kaget dan terhenti jalannya, supaya tidak curiga Marc juga memeluk Rossi.

"Hai Ros, apakabar" kata Marc memeluk Rossi.
"Baik.." balas Rossi singkat dan memaksakan tersenyum.

Yatuhan jangan sampai Marc seperti Harry, aku enggak mau -- batin Rossi.

"Kamu apa kabar Lin? Kok kemarin malam sms aku enggak di bales lagi?" kata Marc lupa disitu ada Rossi.

Kemarin malam sms aku enggak di bales lagi? Berarti semalaman mereka smsan? -- batin Rossi.



To be continued...

Wah kira-kira apa yang terjadi setelah ini? Apakah Marc akan seperti Harry lagi?

Kritik, comment dan saran :
Twitter : @vidiyaannisa46
Facebook: http:// facebook.com/vidiyapartIII

2 comments:

  1. ehe ehe ehe.. akhirnya itu lohh... wakakaka... si Vale galau mele yoloh. daripada berebut linda mending sama gue aja beibiii ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue bingung kak akhirnya bagaimana :"D eh tapi akhirnya kesian weehh si vale nanti sama siapa?:'(

      Delete